RMOLJAKARTA

Home

Share |
Pengacara Ahok Sudah Kehilangan Akal
Kamis, 12 Januari 2017 , 10:02:00 WIB

NET
  

TIM pengacara sepertinya sudah kehabisan akal membela Ahok pada sidang yang menempatkan Gubernur Jakarta non aktif itu sebagai terdakwa dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Utara atas dakwaan pelangaran terhadap pasal 156 dan 156 a KUHP tentang penodaan agama.

Ucapan Ahok di Kepulauan Seribu pada September 2016 tentang Surat Al Maidah 51 telah membawa Ahok menuju penjara jika hakim kelak memutuskannya bersalah.

Konperensi pers atau wawancara yang ditayangkan sebuah stasiun TV nasional yang diwakili Humprey Djemat dan Fifi dari tim kuasa hukum Ahok, jelas dan terang adalah bentuk ketidakmampuan tim pembela untuk membela Ahok.

Akhirnya pernyataan-pernyataan kedua pengacara tersebut berubah menyasar pada narasi-narasi dan ketikan pada BAP para saksi serta rekayasa politik.

Tim pengacara tampak sedang menggiring situasi yang terjadi bahwa Ahok menjadi terdakwa adalah akibat dari fitnah dan rekayasa politik.

Pengacara Ahok yang kehilangan cara membela Ahok secara hukum akhirnya masuk ke ranah opini dan melempar isu adanya rekayasa politik yang akhirnya menempatkan Ahok sebagai terdakwa.

Adalah Partai Demokrat yang menjadi partai tertuduh dalam opini para pengacara Ahok tersebut. Sang pengacara Ahok mengaitkan salah satu saksi pelapor dengan Partai Demokrat dan begitu berhasratnya membangun opini bahwa masalah yang menimpa Ahok adalah atas sebuah rekayasa.

Partai Demokrat pengusung Agus Harimurti Yudhoyono yang sedang memimpin elektabilitas pada Pilkada DKI Jakarta saat ini harus diserang bahkan menggunakan proses penegakan hukum menjadi panggung politik. Nalar pengacara yang mencoba membentuk opini rekayasa politik itu sangatlah tidak bisa diterima akal sehat.

Apakah pengacara Ahok juga akan menyatakan bahwa Polisi direkayasa Partai Demokrat untuk menetapkan Ahok sebagai tersangka? Apakah Jaksa direkayasa Partai Demokrat menyatakan berkas Ahok lengkap P21? Apakah Hakim direkayasa Partai Demokrat untuk menolak eksepsi Ahok? Jangan-jangan nanti pengacara bisa menuduh juga Presiden direkayasa Partai Demokrat untuk tidak menyelamatkan Ahok, mungkinkah?

Sesuatu yang janggal dan tidak mungkin terjadi kemudian menjadi andalan pengacara untuk menyelamatkan Ahok.

Menciptakan opini rekayasa politik dan mengaitkan dengan Partai Demokrat dengan harapan semu bahwa publik akan menyalahkan Partai Demokrat.

Kalau memang Partai Demokrat bisa merekayasa semua, mengapa Partai Demokrat tidak merekayasa saja hal-hal lain yang lebih besar? Terlalu tidak masuk akal tuduhan rekayasa tersebut dan hanya bentuk kepanikan atas kondisi Ahok saat ini.

Pengacara Ahok bahkan terlihat sangat kehabisan cara untuk membela Ahok. Akhirnya lebih banyak mempermasalahkan narasi BAP yang diketik oleh penyidik. Mempermasalahkan kesamaan narasi BAP antar saksi yang mengaku tidak saling mengenal, bahkan mengancam akan melaporkan saksi ke Polisi dengan tuduhan kesaksian palsu.

Sejak kapan seorang pengacara pembela terdakwa bisa memutuskan sebuah kesaksian sebagai kesaksian palsu?

Patut diduga bahwa pengacara sedang memainkan strategi intimidasi para saksi secara psikologis dengan tujuan agar para saksi menjadi takut bersaksi. Ancaman melaporkan ke polisi itu bisa jadi sebuah upaya dan strategi menakuti para saksi. Sebaiknya para saksi tidak perlu takut dengan intimidasi psikologis tersebut, nyatakan fakta dengan berani demi tegaknya hukum.[***]

Ferdinand Hutahaean
Aktivis Rumah Amanah Rakyat


Baca juga:
Luhut Akui Sempat Bilang Ahok Gila Karena Kutip Surat Al Maidah
Kasus Penistaan Agama Ahok Pelajaran Berharga PDIP
Ahok Tak Layak Disamakan dengan Ali Sadikin
Saksi Pelapor: Kalau Pakai Hukum Islam, Ahok Sudah Diusir
Saksi Pelapor: Ahok Berulang Kali Menistakan Agama


Komentar Pembaca

Ahok Susun Sendiri Pledoinya





Berita Populer

Basuki 'Ahok' Kalah, Aqil Siradj Harus Mundur Dari Ketum PBNU
Hotman Bersedia Pimpin Upacara Potong Kuping Ruhut
CIA Beri Sinyal Bahaya Operasi Intelijen Cina Di Pilgub DKI