RMOLJAKARTA

Home

Share |
PILGUB DKI
Berpihak ke Ahok, Bawaslu Bakal Dilaporkan ke DKPP
Kamis, 12 Januari 2017 , 14:04:00 WIB
Laporan: Lopi Kasim

RMOL. Sekretaris Tim Kampanye Anies Baswedan - Sandiaga Uno, Syarif menilai, kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI buruk pada Pilgub DKI 2017. Bahkan, terlihat jelas keberpihakannya terhadap calon nomor urut 2 pasangan Basuki T. Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidajat.

Syarif mengaku kecewa terhadap Bawaslu DKI yang tidak transparan terkait penangan sejumlah kasus  pelanggaran proses tahapan pesta demokrasi lokal di Jakarta.

"Bawaslu DKI bisa ditelan dan akan mengikuti siapa yang menekannya. Bawaslu itu, kerja hanya jalankan Undang-Undang (UU) dan aturan," kata Syarif, Kamis (12/1).

Sebab, pasangan Anies-Sandi, menurut Sekretaris Komisi A DPRD DKI itu, merasa bingung dengan Bawaslu DKI sebagai wasit pemilu mengeluarkan rekomendasi pelanggaran administrasi terkait deklarasi dukungan kader NasDem Jakarta Timur.

Syarif juga mempertanyakan jika pelanggarannya menggunakan atribut NasDem bagaimana penilaiannya.

Sebab, yang ingin mendukung kader partai besutan Surya Paloh itu sendiri.

"Saya minta penjelasan detail pelanggaran itu. Itu harusnya masuk etika politik. Kok pelanggaran administrasi," tanya Syarif.

Mantan Ketua KPU Jakarta Pusat itu mempertanyakan, pengetahuan komisioner Bawaslu DKI terkait ilmu pemilu.

Sebab, sejak 1999 pemilu secara langsung di Indonesia banyak kader partai lompat dukungan tidak pelanggaran.

Bahkan, belum lama ini ada sejumlah kader PDIP menggunakan atribut partainya mendukung Anies-Sandi tidak pelanggaran dan Ruhut Sitompul juga.

"Karenanya, kami berencana bawa kasus ini ke Dewan Kehormataan Pengawas Pemilu (DKPP)," tegasnya. "Saya juga minta tim seleksi (Timsel) Bawaslu RI jangan loloskan Mimah," tambah dia.

Kemudian, Syarif mencontohkan, pelanggaran yang dilakukan pasangan Ahok-Djarot selalu dikatakan tidak memenuhi unsur atau waktunya sudah lewat.

Misalnya, kasus iklan display di salah satu media cetak lokal.

Ditambahkan Syarif,  di situ sangat jelas ada ajakan memilih, gambar Ahok-Djarot dan mantan Wali Kota Blitar, Jawa Timur menghadiri zikir Pimpinan Majelis Zikir Manaqib, Junaedi Albaghdadi, digelar di Stadion Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu, (18/12).

"Nah, (15/12) ada iklannya. Masak bukan pelanggaran. Apalagi, diperkuat kehadiran Djarot. Ini juga alasan kami laporkan ke DKPP," pungkasnya. [dka]


Baca juga:
Debat Cagub Bakal Tak Menarik Lagi
Bawaslu Minta Kasus Pemukulan Kader PDIP Tak Dieksploitasi Pasangan Calon
Sandi: Butuh Program Sinergikan Pemilik Modal dan Pengusaha Kecil
Debat KPUD Dibagi 6 Sesi
Bawaslu Harapkan Tak Ada Kampanye Hitam di Debat Kandidat


Komentar Pembaca

Komnas HAM Sarankan Jokowi Tes DNA





Berita Populer

Romo Syafi'i: Pidato Megawati Menista Iman Islam
Ahok Emosional dan Tak Kuasai Konten
Sidang Ahok Dihentikan Majelis Hakim