Pengacara Buni Yani: Jaksa Penuntut Basuki Tak Profesional

 JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 15:39:00 WIB | LAPORAN: ANDHIKA TIRTA SAPUTRA

Pengacara Buni Yani: Jaksa Penuntut Basuki Tak Profesional

Aldwin Rahadian/NET

RMOL. Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian protes keras karena nama kliennya disebut dalam pertimbangan tuntutan yang dibacakan ketua tim JPU, Ali Mukartono terhadap terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama.

Menurut JPU sumber keresahan yang terjadi di masyarakat akibat ucapan Basuki menista Al-Quran tak jauh dari peran Buni Yani.

Aldwin mengungkapkan, setelah berlaku tidak profesional karena meminta penundaan pembacaan tuntutan dengan alasan belum selesai mengetik, kini JPU berulah kembali dengan menyebut nama Buni sebagai sumber keresahan.

"Saya tidak mengerti logika ngawur apa yang dipakai JPU ini. Malah menyalahkan orang lain dalam persidangan pembacaan tuntutan untuk orang yang di dakwanya. Tidak satupun pihak yang melaporkan Basuki, menjadikan video yang disebarkan Buni Yani sebagai dasar laporan. Semua berdasarkan video yang diunggah Pemprov Jakarta," kata Aldwin, di Jakarta, Jumat (21/4).

"Dalam proses persidangan juga Buni Yani tidak pernah dimintai kesaksianya, dan sampai saat ini belum diadili. Jadi atas dasar apa jaksa menuduh dan menyebut nama Buni Yani! Kalau melihat performa JPU seperti ini, jangan salahkan kalau rakyat tidak percaya lagi dengan institusi Kejaksaan, dan jelas hal ini bisa mendegradasi marwah lembaga kejaksaan itu sendiri."

Disebutnya nama Buni Yani dalam persidangan ini, seolah-olah secara tidak langsung JPU ingin mengatakan bahwa kejadian di Kepulauan Seribu sebenarnya tidak perlu masuk ke proses hukum jika saja Buni Yani tidak membagikan potongan pidato Basuki yang menyinggung surat Al Maidah 51.

"Jadi rakyat Indonesia jangan heran, kalau tuntutan JPU terhadap Basuki cuma 1 tahun penjara dengan masa percobaan selama 2 tahun yang artinya sama saja Basuki tetap bebas karena tidak perlu menghuni penjara. Kenapa bisa keluar tuntutan seperti itu, karena JPU sama sekali tidak profesional. Tuntutan ini sudah melukai rasa keadilan masyarakat," tegas Aldwin.

Sebagai pengacara Buni Yani, Aldwin meminta dukungan dari masyarakat untuk ikut mengawal proses persidangan Buni Yani yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

"Saya dan tim advokat akan berjuang sekuat hati dan tenaga untuk membebaskan Buni Yani, orang yang selama ini terkesan dijadikan kambing hitam atas pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Ahok. Kami mohon doa dan dukungannya," pungkas Aldwin yang juga Bendum DPP KAI (Kongres Advokat Indonesia). [ipk]

Komentar Pembaca
Janggalnya Kasus Novel

Janggalnya Kasus Novel

RABU, 26 JULI 2017 , 19:00:00

Djarot Membangkang Pada Ahok

Djarot Membangkang Pada Ahok

SELASA, 25 JULI 2017 , 23:00:00

Koalisi SBY-Prabowo Untuk 2019

Koalisi SBY-Prabowo Untuk 2019

SELASA, 25 JULI 2017 , 17:00:00