Pemprov DKI Didorong Bayar Kekurangan Bonus Atlet PON

Olahraga  SELASA, 09 MEI 2017 , 18:24:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemprov DKI Didorong Bayar Kekurangan Bonus Atlet PON

NET

RMOL. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik mendorong Pemprov DKI untuk membayar kekurangan bonus atlet yang menoreh prestasi dalam ajang PON XIX di Jawa Barat 2016.

"Anggaran sudah ada kok, jadi Pemprov DKI harus membayar kekurangan bonus atlet PON," kata Taufik usai menerima Forum Cabang Olahraga DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (9/5).

Diketahui, sebelum pesta olahraga nasional empat tahunan itu dimulai, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjanjikan bonus sebesar Rp 1 miliar kepada peraih medali emas nomor perseorangan. Berjalannya waktu, jumlah itu berubah menjadi Rp350 juta dan terakhir diputuskan Rp 200 juta.

Tergerusnya nominal bonus untuk atlet PON tersebut lantaran berbenturan dengan aturan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Peraturan yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 1684 tahun 2015 tentang Persyaratan Pemberian Penghargaan Olahraga kepada Olahragawan, Pembina Olahraga, Tenaga Keolahragaan dan Organisasi Olahraga.

Dalam Peraturan Menpora (Permenpora) tersebut disebutkan ada pembatasan terhadap bonus untuk para atlet. Jika di provinsi, jumlahnya tidak lebih dari bonus yang diberikan pemerintah pusat, seperti tertuang dalam Pasal 11.

Sebagai catatan, bonus tertinggi pemerintah pusat adalah untuk peraih medali emas Olimpiade nomor perorangan yaitu Rp 5 miliar, diikuti Asian Games Rp 400 juta dan terendah adalah Sea Games Rp 200 juta.

Menyikapi Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 1684 tahun 2015 soal besaran bonus, Koordinator Forum Cabang Olahraga DKI Jakarta, Alex Asmasoebrata lalu berkirim surat kepada Menpora.

"Hasilnya Menpora membolehkan Pemprov DKI besaran bonus lebih dari Rp 200 juta asal tidak membebani keuangan daerah," ujar Taufik.

Sementara Alex Asmasoebrata mengharapkan kekurangan bonus Dibayarkan agar tidak mengganggu proses pembinaan para atlet yang akan berlaga di PON XX yang akan digelar di Papua tahun 2020 mendatang.

"Jangan sampai prestasi atlet melempem gara-gara persoalan bonus. Apalagi APBD DKI cukup besar," cetus Alex. [ipk]

Komentar Pembaca
Doktrin Takfiri Polisi Dianggap Kafir

Doktrin Takfiri Polisi Dianggap Kafir

SABTU, 27 MEI 2017 , 12:00:00

Tak Ada Riba Di BPJS Kesehatan

Tak Ada Riba Di BPJS Kesehatan

SABTU, 27 MEI 2017 , 10:00:00

Rizieq Bisa Kena Pasal Tambahan

Rizieq Bisa Kena Pasal Tambahan

JUM'AT, 26 MEI 2017 , 23:00:00

Tamu Rusia

Tamu Rusia

SELASA, 23 MEI 2017 , 20:40:00

Pawai Obor

Pawai Obor

JUM'AT, 26 MEI 2017 , 00:44:00

Kunjungi Korban Bom

Kunjungi Korban Bom

KAMIS, 25 MEI 2017 , 18:17:00