Polisi, Jangan Beri Izin Aksi "Kediri Raya 1000 Lilin Untuk NKRI"

Nusantara  RABU, 17 MEI 2017 , 17:25:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Polisi, Jangan Beri Izin Aksi

Foto/RMOL Jakarta

RMOL. Aktivis Ormas dan LSM di Kabupaten Kediri menolak aksi "Kediri Raya 1000 Lilin untuk NKRI", Minggu (21/5). Mereka merekomendasikan agar Kapolres Kediri AKBP Sumaryono tidak memberikan ijin terkait rencana aksi ini.

"Kegiatan tersebut lebih banyak mudharat ketimbang manfaatnya, mengganggu kamtibmas, dan berpotensi memecah belah masyarakat," demikian tertulis dalam surat pernyataan sikap bersama Forum Masyarakat Kediri Cinta Damai (FMKCD) yang diperoleh redaksi, Rabu (17/5).

Surat pernyataan telah dikirim ke Kapolres, hari ini. Surat ditandatangani masing-masing pimpinan Ormas dan LSM di Kabupaten Kediri, yakni LSM Berantas, Komite Rakyat untuk Reformasi dan Demokrasi, Gerakan Rakyat Menuju Kediri Lebih Baik, LSM FORMASSI, Relawan Kesehatan Indonesia-Jatim, Lembaga Perlindungan Petani Mandiri, Kediri Corruption Watch, Relawan Kesehatan Indonesia-Kediri, dan Vital++/.

Ada empat analisa yang mereka sampaikan dalam rekomendasi tersebut. Dalam tinjauan psikologi hukum, kegiatan tersebut bukan murni untuk NKRI, melainkan merupakan bentuk ketidakpuasan dan perlawanan terhadap vonis yang dijatuhkan majelis hakim PN Jakarta Utara kepada AHok terkait kasus penistaan agama.

Dalam tijauan sosiologi hukum, kegiatan "Kediri Raya 1000 Lilin untuk NKRI" secara langsung maupun tidak langsung berupaya membangun opini bahwa keputsuan hakim salah dan Ahok benar, serta mengajak masyarakat untuk berempati dan membela Ahok.

Kemudian dalam tinjauan sosiologi politik, kegiatan tersebut masih menurut mereka, berpotensi menimbulkan perpecahan di masyarakat Kediri yang selama ini sudah tenang dan damai.

"Dalam tinjauan Kamtibmas, kegiatan ini berpotensi menimbulkan gangguan masyarakat dan lebih dari itu melanggar ketentuan Pasal 6 ayat 2 Peraturan Kapolri Nomor 9/2008 karena dilakukan mulai pukul 19.00," masih tertulis dalam surat pernyataan sikap dan rekomendasi kepada Kapolres Kediri itu.[dem]


Komentar Pembaca
Doktrin Takfiri Polisi Dianggap Kafir

Doktrin Takfiri Polisi Dianggap Kafir

SABTU, 27 MEI 2017 , 12:00:00

Tak Ada Riba Di BPJS Kesehatan

Tak Ada Riba Di BPJS Kesehatan

SABTU, 27 MEI 2017 , 10:00:00

Rizieq Bisa Kena Pasal Tambahan

Rizieq Bisa Kena Pasal Tambahan

JUM'AT, 26 MEI 2017 , 23:00:00

Tamu Rusia

Tamu Rusia

SELASA, 23 MEI 2017 , 20:40:00

Pawai Obor

Pawai Obor

JUM'AT, 26 MEI 2017 , 00:44:00

Kunjungi Korban Bom

Kunjungi Korban Bom

KAMIS, 25 MEI 2017 , 18:17:00