Keliru Dewan Etik Komnas HAM Adili Natalius Pigai

Politik  KAMIS, 18 MEI 2017 , 10:12:00 WIB | LAPORAN: FAHRI HAIDAR

Keliru Dewan Etik Komnas HAM Adili Natalius Pigai

Natalius Pigai/Net

RMOL. Pakar Hukum Tata Negara,  Margarito Kamis meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melakukan pengusutan terhadap penyalahgunaan wewenang dalam tatanan hukum.

Hal itu disampaikan Margarito terkait rencana pembentukan dewan etik oleh Komnas HAM untuk mempertanyakan salah satu komisionernya, Natalius Pigai, karena dinilai kelewat batas dalam menangani laporan kasus dugaan kriminalisasi ulama.

"Tentu saja dalam perspektif Komnas HAM tindakan tersebut dianggap melanggar HAM. Karena itu wajib bagi Komnas HAM untuk memastikan apakah betul tindakan (pelanggaran) itu ada atau tidak," kata Margarito saat dihubungi, Kamis (18/5).

Dengan memastikan hal itu, kata Margarito, maka akan menghapuskan spekulasi yang macam-macam. Pasalnya, dia tidak melihat ada alasan yang cukup untuk mengusut tindakan Pigai.

"Dengan segala hormat saya kepada mereka (komisioner Komnas HAM), karena tindakan mereka mengusut Pigai adalah keliru," ungkapnya.

Justru menurut dia, yang harus dilakukan secara kolektif adalah memproses laporan dugaan kriminalisasi ulama itu, bukan sebaliknya.

Meski demikian, Margarito tidak mau berspekulasi apakah yang dilakukan Komnas HAM mempertanyakan Pigai karena ada intervensi atau tidak. Yang jelas, secara faktual, dia menilai hal itu tidak tepat.

"Yang harus dilakukan Komnas HAM adalah memastikan bahwa seluruh tindakan aparatur negara, terutama penegak hukum, tidak merendahkan harkat dan martabat orang sebagai jantung dari HAM," tuturnya.

Menurutnya, tidak ada alasan yang cukup bagi komisioner Komnas HAM lain untuk melengserkan Pigai. Justru dia menilai, hal itu berbahaya bagi bangsa ini.

Ditegaskannya, bangsa Indonesia memerlukan orang-orang seperti Natalius Pigai, yang teguh pada prinsip HAM, orang yang berpegang teguh pada kemanusiaan, siapapun itu.

"Sikap Pigai itu benar, harusnya mendukung, bukan malah mencegah," tandasnya.[dem]


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Salaman

Salaman

RABU, 22 NOVEMBER 2017 , 16:38:00