Tinggalkan SARA Dan Hoax Demi Persatuan Indonesia

Politik  JUM'AT, 19 MEI 2017 , 02:08:00 WIB | LAPORAN: SAEFUL ANWAR

Tinggalkan SARA Dan Hoax Demi Persatuan Indonesia

RMOL Jakarta

RMOL. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia menyisakan persoalan dalam ujian kebangsaan.

Khususnya pada Pilkada DKI Jakarta yang penuh sarat dengan isu SARA dan hoax yang sangat keras.

"Bahkan Pilkada ini saling memaki dalam kampanye," kata Anggota DPR RI Fraksi PPP Ahmad Baidawi, dalam diskusi yang digelar Perhimpunan Mahasiswa Jakarta, di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (18/5).

Pilkada Jakarta juga bertebarannya berita bohong (hoax), dan dapat mempengaruhi masyarakat.

"Berita Hoax masuk ke ruang-ruang pribadi tanpa mengklarifikasi, dan bahkan informasi yang masuk kurang valid," ucap Baidawi.

Diakui Baidawi, Jakarta sebagai barometer Indonesia bukan hanya berimbas di DKI, tapi juga sampai ke seluruh pelosok nasional.

"Gara-gara Pilkada Jakarta ada orang yang mau nikah batal hanya karena beda pilihan, dan suasananya juga berimbas ke Madura," ungkapnya.

Baidawi menyayangkan, Belum ada Undang Undang (UU) yang mengatur masalah hoax, dan masih tataran Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

"Sudahlah Lupakan Isu SARA dan Hoax. Mari kita menyongsong Indonesia kedepan yang lebih baik," pesan Baidawi.

Di lokasi sama, Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Sahat Martin Sinurat mengatakan, seperti yang dikutip hasil penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) menyebut, budaya literasi masyarakat Indonesia pada 2012 terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti di dunia.

Indonesia menempati urutan ke 64 dari 65 negara tersebut. Sementara Vietnam justru menempati urutan ke-20 besar.

"Jadi kalau masyarakat termakan hoax ya akibat budaya literasi yang sangat rendah. Masyarakat menerima hoax tanpa melihat refrensi dari berita tersebut," ucapnya.

Ketua Umum BM PAN Ahmad Johan menyayangkan, isu SARA mencuat di Pilkada Jakarta, akibatnya sangat mengganggu kebhinekaan dalam pesta pemilihan gubernur Jakarta.

"Sesungguhnya tidak ada persoalan kebhinekaan. Soal NKRI sudah final dan semua anak bangsa dari Sabang sampai Meraoke enggak pernah mempersoalkan tentang hal itu," ujarnya.

Diskusi turut di hadiri Ketua Umum Sapma Hanura Prananda Indra Putra, dan Ketua PP KAMMI Barry Pratama. [ipk]

Komentar Pembaca
Doktrin Takfiri Polisi Dianggap Kafir

Doktrin Takfiri Polisi Dianggap Kafir

SABTU, 27 MEI 2017 , 12:00:00

Tak Ada Riba Di BPJS Kesehatan

Tak Ada Riba Di BPJS Kesehatan

SABTU, 27 MEI 2017 , 10:00:00

Rizieq Bisa Kena Pasal Tambahan

Rizieq Bisa Kena Pasal Tambahan

JUM'AT, 26 MEI 2017 , 23:00:00

Tamu Rusia

Tamu Rusia

SELASA, 23 MEI 2017 , 20:40:00

Pawai Obor

Pawai Obor

JUM'AT, 26 MEI 2017 , 00:44:00

Kunjungi Korban Bom

Kunjungi Korban Bom

KAMIS, 25 MEI 2017 , 18:17:00