Logistik Menipis, Korban Banjir Di Kutai Barat Perlu Makanan Dan Selimut

Sosial  JUM'AT, 19 MEI 2017 , 21:08:00 WIB | LAPORAN: ZULFAHMI JAMBA

Logistik Menipis, Korban Banjir Di Kutai Barat Perlu Makanan Dan Selimut

istimewa

RMOL. Bencana banjir di 12 Kecamatan yang ada di Kutai Barat, Kalimantan Timur, makin meluas dengan ketinggian hingga 3-4 meter. Banjir merendam sekitar 2.353 rumah yang terdapat di 58 desa dan kampung. Kurang lebih 6.630 kepala keluarga atau sekitar 25.639 jiwa terkena dampak banjir tersebut.
 
"Saat ini korban banjir membutuhkan makanan cepat saji, selimut, makanan bayi, pampers dan Pembalut," kata relawan dari PKPU Human Initiative, Subur Rojinawi kepada redaksi, Jumat (20/5).

PKPU juga merespon dengan berkoordinasi dengan BPBD dan dinas terkait dan melakukan assesment kebutuhan pengungsi. PKPU Human Initiative juga membuka rekening Kemanusiaan PKPU yakni di Bank Mandiri nomer rekening 149.000.587.1696,  BCA 781.504.8148. Lembaga ini juga membuka layanan Jemput Donasi dengan cara menghubungi  nomer telepon 085 1000 39 222.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalimantan Timur, Kresna Yana mengungkapkan, setidaknya ada 4 bangunan sekolah, 1 bangunan Polsek, dan 4 kantor desa yang terendam banjir dengan ketinggian 1-3 meter.

Lokasi terparah berada di kawasan Kampung Tering Lama. Di daerah ini ketinggian banjir mecapai 4 meter.

"Para korban banjir membutuhkan bantuan logistik seperti barang kebutuhan pokok atau makanan dan selimut. Sementara logistik yang dimiliki BPBD Kutai Barat sangat terbatas," kata dia. [ipk]


Komentar Pembaca
Doktrin Takfiri Polisi Dianggap Kafir

Doktrin Takfiri Polisi Dianggap Kafir

SABTU, 27 MEI 2017 , 12:00:00

Tak Ada Riba Di BPJS Kesehatan

Tak Ada Riba Di BPJS Kesehatan

SABTU, 27 MEI 2017 , 10:00:00

Rizieq Bisa Kena Pasal Tambahan

Rizieq Bisa Kena Pasal Tambahan

JUM'AT, 26 MEI 2017 , 23:00:00

Tamu Rusia

Tamu Rusia

SELASA, 23 MEI 2017 , 20:40:00

Pawai Obor

Pawai Obor

JUM'AT, 26 MEI 2017 , 00:44:00

Kunjungi Korban Bom

Kunjungi Korban Bom

KAMIS, 25 MEI 2017 , 18:17:00