Adi Gerindra 468x100 - Left
PHD RI 468x100 - Right

Dikecam Tindakan Tak Manusiawi Polisi Gerebek Pesta Gay

Hukum  SELASA, 23 MEI 2017 , 12:56:00 WIB | LAPORAN: SAEFUL ANWAR

Dikecam Tindakan Tak Manusiawi Polisi Gerebek Pesta Gay
RMOL. Koalisi Advokasi untuk Tindak Kekerasan terhadap Kelompok Minoritas Gender dan Seksual mengecam tindakan tak manusiawi kepolisian dalam penangkapan komunitas gay di Atlantis Gym & Sauna.

Koalisi menilai hal ini menjadi preseden buruk bagi kelompok minoritas gender dan seksual lainnya.

"Penangkapan di ranah paling privat ini bisa saja menjadi acuan bagi tindakan kekerasan lain yang bersifat publik. Oleh sebab itu kami mengecam tindakan sewenang-wenang tersebut," demikian tertulis dalam pernyataan sikap tertulis koalisi yang diterima redaksi, Selasa (23/5).

Koalisi Advokasi untuk Tindak Kekerasan terhadap Kelompok Minoritas Gender dan Seksual terdiri dari LBH Jakarta, LBH Pers, Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Yayasan Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Arus Pelangi.

Adapun narahubung masing-masing lembaga adalah Pratiwi Febry, Ricky Gunawan, Asep Komarudin, Supi Surpiadi Widodo, Isnur, serta Yuli Rustinawati dan Lini dari Arus Pelangi

Mereka menyatakan mendampingi penangkapan sewenang-wenang terhadap 144 pengunjung dan staff Atlantis Gym & Sauna oleh kepolisian pada 21 Mei 2017 pukul 20.00 WIB, itu.

Penggerebekan dilakukan oleh Opsnal Jatanras dan Resmob Polres Jakarta Utara pimpinan Kasat Reskrim AKBP Nasriadi. Penangkapan dilakukan atas dugaan 'prostitusi gay'.

Korban diamankan dengan menyita seluruh barang miliki korban untuk dijadikan alat bukti. Penangkapan ini menurut kepolisian dilakukan karena korban melanggar Pasal 36 Jo Pasal 10 UU No 4 th 2008 tentang Pornografi & Pasal 30 Jo Pasal 4 Ayat 2 tentang penyedia usaha pornografi.

Koalisi mencatat tindakan tidak manusia yang dilakukan kepolisian, yakni para korban digerebek, ditangkap dan digiring menuju Polres Jakarta Utara dengan ditelanjangi dan dimasukkan ke dalam bus angkutan kota.

Sesampai di kepolisian, korban digiring untuk diperiksa dan dilakukan penyelidikan.

Tidak hanya itu, korban ditelanjangi dan serta dikonsentrasikan menjadi dua kelompok terpisah antara pengunjung dan staff sauna yang berpindah dari satu ruang ke ruangan lain untuk alasan pemeriksaan tanpa mengenakan pakaian.

Meski telah didampingi oleh kuasa hukum dari koalisi advokasi untuk Tindak kekerasan terhadap kelompok minoritas, masih tertulis dalam pernyataan sikap tersebut, para korban tetap diperlakukan secara sewenang-wenang oleh polisi dengan memotret para korban dalam kondisi tidak berbusana, lalu menyebarkan foto tersebut hingga menyebar viral baik melalui pesan singkat, media sosial maupun pemberitaan.

"Ini adalah tindakan sewenang-wenang dan menurunkan derajat kemanusiaan para korban," demikian masih dalam pernyataan sikap tersebut.[dem]

Komentar Pembaca
Detik-Detik Proklamasi Di UBK

Detik-Detik Proklamasi Di UBK

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 09:00:00

Aksi 171717, Ide Brilian Panglima TNI

Aksi 171717, Ide Brilian Panglima TNI

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 23:00:00

Jokowi Optimis Meski Utang Bertambah

Jokowi Optimis Meski Utang Bertambah

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 21:00:00

Keakraban TNI-Polri

Keakraban TNI-Polri

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:00:00

Resmikan Koridor 13

Resmikan Koridor 13

RABU, 16 AGUSTUS 2017 , 23:00:00

Makan Kerupuk

Makan Kerupuk

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 13:24:00