Adi Gerindra - Selamat Anies Sandi
Verified Logo

Pejabat PTPN V Tantang Serikat Pekerja Lapor KPK

Nusantara  SELASA, 06 JUNI 2017 , 09:08:00 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Pejabat PTPN V Tantang Serikat Pekerja Lapor KPK
RMOL.  Asisten Sumberdaya dan Administrasi Umum (Asum) Kebun Tandun PTPN V, Riau, Rahman Hakiki menantang aparat penegak hukum untuk membongkar kasus dugaan penyelewengan upah bongkar muat yang tidak sesuai dengan peraturan undang-undang buruh di Provinsi Riau.

Tak hanya itu, pejabat perusahaan milik BUMN itu juga menantang massa Serikat Pekerja Transport Indonesia (SPTI) untuk melaporkan kasus dugaan korupsi upah tersebut ke KPK.

Tantangan yang dilontarkan Rahman Hakiki kepada KPK itu terekam dalam sebuah kamera video yang dikirim Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SPTI Kabupaten Kampar, Riau, Maju Marpaung, kepada wartawan di Jakarta.

"Mananya, di dalam katanya mau melaporkan kami ke KPK," tantang Rahman kepada massa SPTI saat melakukan unjuk rasa di Kantor Kebun Tandun, Kampar, Riau, Senin (5/6).

Ketua DPC SPTI Kampar, Maju Marpaung mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan melaporkan dugaan penyelewengan upah jasa pengangkutan tandan buah sawit di PTPN V ke pihak penegak hukum.

Dikatakan Maju Marpaung, saat ini SPTI sedang mengumpulkan bukti-bukti dugaan praktik korupsi berjamaah di Kebun Tandun PTPN V Riau terkait pengangkutan buah dengan memakai jasa kontraktor.

"Kami menduga kuat adanya penyelewengan upah bongkar muat buah sawit oleh kontraktor yang melibatkan oknum pejabat Kebun Tandun PTPN V," beber Marpaung.

Menurut alumnus STPMD Yogyakarta ini, fakta yang terjadi di lapangan, upah bongkar muat yang dibayarkan oleh kontraktor kepada pekerja hanya sebesar Rp 11 per kilogram. Sementara sesuai undang-undang, upah bongkar muat di Kabupaten Kampar yang berlaku sejak 01 Januari 2017 sebesar Rp 44,835 per kilo. Dengan rincian upah bongkar Rp 21,835 per kilo, dan muat sebesar Rp 23 per kilo.

"Selisih angka ini salah satunya yang dituntut oleh teman-teman SPTI. Teman-teman sepakat akan terus berjuang untuk menuntut besaran upah sesuai aturan yang berlaku. Makanya selain melaporkan ke penegak hukum, teman-teman SPTI juga sudah nekat akan melakukan aksi demo di gedung KPK Jakarta," ujar Maju Marpaung.

Maju Marpaung menjelaskan, aksi demo yang dilakukan SPTI karena pihak perusahaan Kebun Tandun tidak mau tahu dengan permasalahan tersebut. Pihak Kebun Tandun juga terkesan menutupi permasalahan bongkar muat itu ke kantor pusat PTPN V.

"Dan lagi yang dituntut teman-teman itu tidak muluk-muluk kok. Yakni berikan pekerjaan bongkar muat kepada SPTI dengan upah sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.[dem]

Komentar Pembaca
Sikumbang Jadi Koleksi Museum Dirgantara

Sikumbang Jadi Koleksi Museum Dirgantara

RABU, 18 OKTOBER 2017 , 21:00:00

Forum Wartawan OBOR Diresmikan

Forum Wartawan OBOR Diresmikan

RABU, 18 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Jokowi dan JK Beda Pandangan

Jokowi dan JK Beda Pandangan

RABU, 18 OKTOBER 2017 , 15:00:00

Rakor FKDM

Rakor FKDM

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 15:15:00

Panglima TNI di FFN

Panglima TNI di FFN

RABU, 11 OKTOBER 2017 , 20:59:00

Launching TAP Indomalphi

Launching TAP Indomalphi

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 09:21:00

DPW PPP DKI JAKARTA