Jokowi Diminta Hentikan Balas Dendam Kekalahan Ahok

Politik  JUM'AT, 09 JUNI 2017 , 17:17:00 WIB | LAPORAN: FAHRI HAIDAR

Jokowi Diminta Hentikan Balas Dendam Kekalahan Ahok

Ustaz Sambo/RMOL Jakarta

RMOL. Ketua Presidium Alumni 212, Ustaz Ansufri Idrus Sambo meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera menghentikan kriminalisasi terhadap ulama.

Dirinya mengatakan, Pilgub DKI sudah selesai, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah kalah dan dipenjara karena kasus penistaan agama. Serta pihak Ahok dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah membatalkan pengajuan banding terhadap putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang telah memvonis Ahok 2 tahun penjara.

"Berarti sudah selesai kan semuanya. Ahok kan sudah menerima kesalahannya. Sudah menerima dia di penjara, dengan dia dan jaksa mencabut bandingnya. Itu artinya dia sudah rela untuk dihukum. Itu sebenarnya masalah sudah selesai, jadi jangan ada lagi kriminalisasi," kata Ansufri di Aksi Bela Ulama 96 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (9/6).

Dia berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi)  di bulan Ramadhan ini mengambil keputusan, membuat kebijakan yang sangat penting, yaitu membebaskan para ulama dan aktivis yang dikriminalisasi.

"Jangan ada politik balas dendam, sudahlah," ungkapnya.

Menurutnya, kriminalisasi terhadap ulama saat ini, terutama terhadap Habib Rizieq, merupakan efek balas dendam karena Basuki Tjahaja Purnama kalah dalam Pilgub DKI dan di penjara.

"Pemerintah harusnya legowo menerima kekalahan Ahok dan dipenjarakannya Ahok," tegasnya.

Dia mengingatjan, jika pemerintah tidak menghentikan kriminalisasi ini, maka jangan salahkan umat bergerak bersama-sama untuk membela ulamanya, bisa terjadi konflik horizontal.

"Jangan sampai umat bergerak lagi. Ini nanti sasarannya presiden. Kalau kemarin kan baru sampai ke tingkat gubernur. Ini menyebabkan perpecahan konflik horizontal, berbahaya," ujar Sambo. [awr]

Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00