68 Persen Susi Pudjiastuti Sangat Layak Diganti

Politik  MINGGU, 11 JUNI 2017 , 12:37:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

68 Persen Susi Pudjiastuti Sangat Layak Diganti

Net

RMOL. Sebagian besar warganet yang mewakili masyarakat Indonesia dan nelayan menginginkan Presiden Jokowi menendang Susi Pudjiastuti dari kursi Menteri Kelautan dan Perikanan. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Front Nelayan Indonesia (FNI) dengan pertanyaan "Layakkah Susi Pudjiastuti Direshuffle?"

"Netizen ingin Susi Pudjiastuti direshuffle. Netizen yang menjawab "sangat layak" untuk direshuffle 68 persen, dan menjawab tidak layak 32 persen," kata Ketua Umum FNI Rusdianto Samawa dalam pesan elektroniknya, Minggu (11/6).

Survei dilakukan melalui akun twitter pribadi @SagarinoSamawa. Total frekuensi penayangan melihat twit oleh netizen 522.201 tayang. Sementara total keterlibatan orang berinterasi dalam proses survei sejumlah 172 orang dan bentang perincian 91 orang melihatnya.

Dijelaskan Rusdianto, selama ini Menteri Susi menunjukkan kinerja yang sangat kurang maksimal dalam merealisasikan kebijakan yang bersifat pro nelayan dan petani petambak. Secara gamblang misalnya nampak dari kebijakan impor garam, peraturan menteri yang menyulitkan nelayan, gagalnya program pengadaan kapal, gagalnya pengadaan alat tangkap GillNet, gagalnya asuransi nelayan, gagalnya restrukturisasi koperasi dan banyak lagi kegagalan lainnya.

"Nelayan menjerit akibat kebijakan tersebut. Atas ketidakpuasan ini masyarakat menginginkan Susi diganti," masih kata Rusdianto.

Meski kinerja Menteri Susi yang pro nelayan dan petani tambak jeblok, namun masih ada kepercayaan di masyarakat atas langkah Susi memberantas illegal fishing dengan membom dan menenggelamkan kapal asing. Walaupun sebenarnya apa yang dikerjakan Susi ini tidak semata-mata menambah semangat nasionalisme bangsa Indonesia, namun juga menambah beban dan membuat laut itu dipenuhi sampah kapal yang ditangkap dan belum diproses.

"Kapal-kapal asing yang ditangkap dalam jumlah ribuan itu belum dihancurkan (bom) atau ditenggelamkan karena KKP harus mencari anggaran banyak dalam proses itu. Sehingga kapal-kapal asing yang ditangkap penuh di sekitar TPI-TPI dan pelabuhan-pelabuhan kecil maupun besar di seluruh Indonesia," papar Rusdianto.

Seharusnya, kata dia, kapal-kapal asing yang telah ditangkap dialihkan izin kepemilikan dari asing menjadi dalam negeri. Langkah ini lebih baik ketimbang membom kapal yang memerlukan anggaran hingga miliaran rupiah.

Selain itu, pengalihan status kapal tersebut sangat diharapkan agar KKP tidak lagi merasa berat dengan program pengadaan kapal. Sehingga masyarakat tidak lagi curiga terhadap indikasi tindak pidana korupsi di KKP tentang pengadaan kapal.

"Sebab itu masyarakat nelayan nusantara Indonesia sangat inginkan Susi Pudjiastuti direshuffle karena dianggap hanya bekerja sebagai agen asing dan senang menerima piagam asing dengan modus untuk meraih simpati masyarakat Indonesia," tukas Rusdianto.[dem]

Komentar Pembaca
Said Aqil Cocok Gantikan Menteri Agama

Said Aqil Cocok Gantikan Menteri Agama

SABTU, 24 JUNI 2017 , 13:00:00

Pesan SBY Untuk AHY

Pesan SBY Untuk AHY

SABTU, 24 JUNI 2017 , 10:00:00

Resmi Tersangka, Hary Tanoe Akan Diperiksa

Resmi Tersangka, Hary Tanoe Akan Diperiksa

JUM'AT, 23 JUNI 2017 , 17:00:00

Teken MoU

Teken MoU

SELASA, 20 JUNI 2017 , 16:19:00

Bukber Blue Bird

Bukber Blue Bird

SELASA, 20 JUNI 2017 , 20:05:00