Tindak Tegas Kartel Bawang Putih!

Ekonomi  MINGGU, 18 JUNI 2017 , 20:07:00 WIB | LAPORAN: SAEFUL ANWAR

Tindak Tegas Kartel Bawang Putih<i>!</i>

Ilustrasi/Net

RMOL. Ketua Umum Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) Iwan Dwi Laksono geram dengan permainan harga bawang putih yang dilakukan kartel jelang Lebaran tahun 2017 ini.

Dia meminta pelaku kartel sebagaimana dirilis dalam laporan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) ditindak tegas oleh pemerintah.

"Laporan KPPU ini harus ditindaklanjuti, jangan sampai sektor pangan terus-terusan dipermainkan,"cetusnya di Jakarta, Minggu (18/06).

Ia meminta pemerintah untuk segera dan tegas memberantas jaringan kartel yang telah lama mempermainkan harga komoditas pangan. Sebelumnya, kenaikan signifkan harga cabe di pasaran Indonesia juga disebabkan oleh kelangkaan barang yang disebabkan oleh permainan kartel.

"Pemerintah harus segera berangus jaringan kartel hingga ke akar, kemarin cabe juga sama, permainan mafia," ujar Iwan.

Dari temuan di  lapangan, KPPU mensinyalir terdapat satu kelompk pelaku usaha yang menguasai 50% impor bawang putih dari China ke Indonesia. Saat ini, 97% kebutuhan bawang putih dalam negeri dipenuhi oleh impor. Permainan harga yang dilakukan oleh pelaku kartel bawang putih menyebabkan tingginya harga penjualannya di pasar Indonesia.

Bahkan, pelaku kartel tersebut maendapatkan keuntungan hingga Rp. 12 triliun per tahun dengan harga jual di pasaran Rp. 40.000 per kilogram (kg). Hal tersebut terjadi lantaran permainan importir yang menahan stok dari tingkat distributor hingga pedagang eceran.

Menurut Iwan, peluang adanya permainan harga  salah satunya disebabkan oleh ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas pangan. Pelaku usaha yang menguasai impor dengan mudah mempermainkan dan menentukan harga.

"Sudah tepat pemerintah menetapkan tiga tahun ke depan Indonesia swasembada bawang putih," tambahnya.

Baginya, jika pemerintah berhasil melakukan swasembada komoditas pangan dan tidak lagi bergantung pada impor maka tidak akan ada lagi kartel yang dapat mempermainkan harga jual kebutuhan pokok masyarakat.

"Indonesia akan terbebas dari kartel pangan, selanjutnya segera terwujud kemandirian pangan nasional," tutup Iwan.[dem]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00