Adi Gerindra - Selamat Anies Sandi
Verified Logo

Yusril Bersedia Bentuk Forum Rekonsiliasi GNPF-Pemerintah

Politik  MINGGU, 18 JUNI 2017 , 20:19:00 WIB | LAPORAN: SAEFUL ANWAR

Yusril Bersedia Bentuk Forum Rekonsiliasi GNPF-Pemerintah

Net

RMOL.  Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra bersedia membentuk forum rekonsiliasi antara  GNPF MUI dengan pemerintah. Yusril berpendapat rekonsiliasi sangatlah penting untuk memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa.

Yusril berkeyakinan antara GNPF MUI, tokoh ulama yang lain, serta para aktivis yang dituduh makar semuanya beriktikad baik untuk memajukan umat, bangsa dan negara. Bahwa mereka sering berbeda pendapat dengan Pemerintah, hal itu menurut Yusril adalah wajar dalam kehidupan demokrasi.

"Sebaliknya, Pemerintah kini sedang menghadapi tantangan besar dalam melanjutkan pembangunan bangsa dan negara. Untuk menyelesaikan tantangan itu, Pemerintah memerlukan stabilitas sosial dan politik, keamanan yang kondusif serta dukungan dari seluruh komponen bangsa," kata Yusril dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (18/6).

"Energi Pemerintah harus difokuskan untuk menyelesaikan persoalan ekonomi dan pembangunan bangsa seluruhnya,  sehingga beban-beban lain di bidang politik mestinya bisa dikurangi," sambung dia.

Sebelumnya, permintaan agar Yusril membentuk forum tersebut disampaikan Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Permintaan Rizieq itu disampaikan melalui rekaman suara usai acara talkshow kasus Rizieq di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta, Jum'at (16/6).

Yusril mengatakan dia mengenal baik Rizieq, ulama dan aktivis yang sekarang ini sedang menghapi berbagai permasalahan hukum. Kasus-kasusnya umumnya sedang berada di tahap penyelidikan dan penyidikan. Terhadap permasalahan ini, Yusril mengatakan bahwa Pemerintah seyogianya bersikap bijak dan mengedepankan dialog serta langkah persuasif, bukan melakukan langkah penegakan hukum yang potensial menuai kontroversi.

Untuk itulah, menurut Yusril, Pemerintah perlu melakukan pendekatan baru yang lebih simpatik dengan merangkul  tokoh2 ulama dan aktivis yang berada di luar Pemrintah. Dengan demikian, tidak perlu ada suasana tegang, apalagi timbul anggapan Pemerintah melakukan "kriminalisasi" terhadap ulama dan aktivis.

"Saya berkeyakinan, Presiden Jokowi tidak mungkin akan mempunyai pikiran untuk mengkriminalkan ulama dan aktivis. Karena itu mispersepsi dalam penegakan hukum ini harus dicarikan jalan keluarnya," katanya.

Ditanya lebih kongkret kesediaannya memenuhi permintaan Rizieq, Yusril mengatakan dia bersedia menjembatani para ulama dan aktivis dengan Pemerintah.

"Anda kan tahu, posisi saya berada di tengah, Insya Allah hubungan pribadi saya dengan para ulama/muballigh dan tokoh2 aktivis, begitu juga hubungan saya dengan tokoh-tokoh kunci baik di Pemerintahan maupun di badan legislatif dan yudikatif sangatlah baik. Kini semuanya tergantung Pemerintah. Saya siap mengajukan formula rekonsiliasi yang Insya Allah dapat diterima kedua pihak demi kesatuan dan persatuan bangsa," demikian Yusril yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang.[dem]

Komentar Pembaca
Sikumbang Jadi Koleksi Museum Dirgantara

Sikumbang Jadi Koleksi Museum Dirgantara

RABU, 18 OKTOBER 2017 , 21:00:00

Forum Wartawan OBOR Diresmikan

Forum Wartawan OBOR Diresmikan

RABU, 18 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Jokowi dan JK Beda Pandangan

Jokowi dan JK Beda Pandangan

RABU, 18 OKTOBER 2017 , 15:00:00

Rakor FKDM

Rakor FKDM

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 15:15:00

Panglima TNI di FFN

Panglima TNI di FFN

RABU, 11 OKTOBER 2017 , 20:59:00

Launching TAP Indomalphi

Launching TAP Indomalphi

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 09:21:00

DPW PPP DKI JAKARTA