Dirut PT. Widi Mengaku Jadi Korban Penipuan Berkedok Perawatan Kantor Kecamatan

Peristiwa  SENIN, 19 JUNI 2017 , 14:21:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dirut PT. Widi Mengaku Jadi Korban Penipuan Berkedok Perawatan Kantor Kecamatan

Ilustrasi/Net

RMOL. Direktur Utama PT. Widi Berlian Putri, Rudy Harmoko Sitorus, mengaku menjadi korban penipuan berkedok proyek Perawatan Kantor Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Tahun Anggaran 2016, dan mengalami kerugian material sekitar Rp 104 juta.

Menurut Rudy, penipuan itu dilakukan Indarto, oknum karyawan PT. Widi Berlian Putri, dan seorang makelar proyek bernama Holmes Panjaitan, bermodalkan SPK (Surat Perintah Kerja) yang ditandatangani Camat Senen, Munjir Munaji.

"Kedua orang itu, Indarto dan Holmes, kemudian melarikan diri, tak diketahui lagi keberadaannya. Namun, sekarang, kami sudah memperoleh petunjuk tentang tempat persembunyian mereka. Mudah-mudahan perkaranya segera terungkap. Dan, saya mengimbau teman-teman sesama kontraktor untuk mewaspadai aktivitas mereka, agar tidak menjadi korban penipuan berikutnya," kata Rudy Harmoko Sitorus, di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Senin (19/6).

Rudy menjelaskan, aksi penipuan itu berawal ketika Indarto memperlihatkan SPK Nomor 198/1.755 tertanggal 18 April 2016, yang menyebutkan bahwa PT. Widi Berlian Putri telah ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan perawatan Kantor Kecamatan Senen senilai Rp 181,5 juta, dengan masa kerja 30 hari kalender (hingga 17 Mei 2017).

"Kami kemudian menunjuk Indarto sebagai pelaksana dari proyek tersebut, dan sudah mengeluarkan biaya untuk modal kerja sekitar Rp 104 juta. Dana itu, antara lain, bersumber dari pinjaman kredit di Bank DKI sebesar Rp 90 juta, yang disetujui setelah melalui proses verifikasi dan klarifikasi terhadap kebenaran SPK tadi," kata Rudy.

Akan tetapi, lanjut Rudy, sama sekali tidak ada pembayaran yang masuk ke rekening PT. Widi Berlian Putri dari pekerjaan di Kantor Kecamatan Senen itu. Maka, demi melunasi pinjaman sebesar Rp 90 juta tadi, Bank DKI pun memotong pendapatan PT. Widi Berlian Putri dari proyeknya yang lain.

"Gara-gara itu, secara total kami mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah," kata Rudy.

Selidik punya selidik, Rudy pun akhirnya mengetahui, rupanya Camat Senen telah mengeluarkan SPK untuk pekerjaan tersebut ke perusahaan lain bernama CV Rodo Rejeki. Sehingga, pembayarannya juga mengalir ke rekening perusahaan tersebut.

"Kami tidak pernah menerima surat teguran sehelai pun, apalagi pemutusan kontrak kerja. Kenapa bisa diterbitkan SPK untuk pekerjaan yang sama ke perusahaan lain? Itulah yang menjadi pertanyaan saya," kata Rudy.

Dia mengaku sempat mendatangi Kantor Kecamatan Senen, dan bertemu dengan Sekcam Ishran Prasetiawan.

"Pada saat itu, Sekcam Ishran mengaku menghentikan kegiatan dan menunjuk perusahaan lain karena menganggap PT. Widi Berlian Putri tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Anehnya, kami sama sekali tidak pernah menerima surat teguran maupun surat pemutusan kontrak kerja," kisah Rudy.

Sementara itu, lanjut Rudy, keberadaan Indarto sendiri sudah tidak diketahui lagi. Begitu juga dengan Holmes Panjaitan, yang disebutkan sebagai orang yang memberikan SPK dari Camat Senen kepada Indarto.

Terkait kasus itu, PT. Widi Berlian Putri bekerjasama dengan LSM PAN (Pemantau Anggaran Negara) menyampaikan laporan kepada Walikota Jakarta Pusat. Dan, Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede, menyatakan telah mendisposisikan laporan itu kepada Inspektorat Pembantu (Irbanko) untuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak Kecamatan Senen.

Saat dikonfirmasi, Kepala Irbanko Jakarta Pusat, Andian Sutedy, mengaku telah menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) mereka kepada Inspektorat DKI Jakarta.

"Sesuai mekanisme, kami tidak berhak untuk menindak atau mempublikasikan hasil pemeriksaan kepada masyarakat," kata Andian Sutedy.

Hal senada disampaikan Kepala Inspektorat DKI Jakarta, Zainal. Menurutnya, laporan hasil pemeriksaan itu telah disampaikan kepada Gubernur.

"Laporannya sudah disampaikan kepada Gubernur, dan itu akan ada sanksi terhadap jajaran pihak Kecamatan Senen sampai bendahara," kata Zainal. [awr]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00