Republik Tebar Pesona..!

Suara Rakyat  SABTU, 01 JULI 2017 , 11:40:00 WIB

Republik Tebar Pesona..!

Jokowi Di Ragunan/Net

SEJAK Jokowi menjadi Walikota Solo, lalu beranjak mau menjadi DKI 1 lantas menjadi DKI 1 lanjut ke RI 1 dan sampai detik ini, kita sebagai rakyat Indonesia disuguhkan oleh sikap dan prilaku sederhana seorang Jokowi yang dikapitalisasi sebagai sebuah modal untuk selalu tebar pesona seolah sang presiden adalah Representasi Rakyat kecil atau yang disebut oleh PDIP sebagai "Wong Cilik", tetapi disisi lain rakyat kecil semakin hari semakin menderita akibat segala harga kebutuhan hidup semakin melonjak.

Disaat rakyat Indonesia dicekik oleh naiknya TDL (Tarif Dasar Listrik) yang dinaikkan secara diam-diam tanpa ada pengumuman apalagi konsultasi kepada legislatif, pada saat yang sama Presiden Jokowi yang dikenal dan selalu memperkenalkan dirinya sebagai "Presiden Sederhana" melihat keceriaan monyet di Ragunan dengan membeli karcis empat ribu rupiah tentu bukan tanpa pertimbangan yang matang untuk melihat monyet kecil yang ceria saat rakyat kecil menderita..!

Presiden Jokowi seyogyanya peka terhadap kondisi rakyatnya yang semakin menderita, bukan lantas tersenyum disaat rakyatnya tersengat oleh mahalnya tarif dasar listrik. Presiden tidak boleh memberikan ruang sedikitpun kepada dirinya untuk bersenang-senang di atas penderitaan rakyatnya, apalagi kesenangan itu dikemas dengan gerakan tebar pesona.

Kesederhanaan seorang pemimpin mestinya dibarengi oleh kinerja yang baik, bukan lantas membohongi janjinya saat berkampanye saat menjelang Pilpres..! Karna ketika pemimpin sederhana tidak mampu menunjukkan kinerja yang berpihak kepada rakyat kecil, maka jangan salahkan rakyatnya jika menilai kesederhanaan itu hanyalah tebar pesona..!

Karena sesungguhnya pemimpin yang sederhana adalah pemimpin yang mampu memberikan kerja nyata kepada rakyatnya tanpa harus memamerkan sikap kesederhanaannya. Pemimpin yang sederhana tidak bisa diukur dengan membeli tiket di Ragunan dengan harga Rp 4.000 tetapi di sisi lain banyak janji-janji kampanyenya yang tidak tercapai.

Kesederhanan seorang pemimpin adalah kewajiban yang mutlak, tetapi kesederhaan itu hendaknya tidak dijadikan sebagai upaya untuk mengelabuhi rakyatnya..!

Oleh karna itu, Presiden Jokowi haruslah segera membuktikan bahwa kesederhanaannya adalah representasi rakyat kecil dengan membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil bukan berpihak kepada para cukong aseng dan asing.[***]

M. Husni Mubarok
*Penulis Adalah Tokoh Muda Indonesia dan Penggagas Gerakan Indonesia Satu (GIS)

Komentar Pembaca
Skandal Telkomgate

Skandal Telkomgate

SENIN, 18 SEPTEMBER 2017

TNI dan Sebaran Hoax di Medsos

TNI dan Sebaran Hoax di Medsos

KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017

Manusia dan Masa Depan yang Tak Terkendali
Pembekuan KPK Menyulut Amarah Rakyat

Pembekuan KPK Menyulut Amarah Rakyat

SELASA, 12 SEPTEMBER 2017

Gagal Paham Saham PGN

Gagal Paham Saham PGN

MINGGU, 10 SEPTEMBER 2017

Pertamina Bangkrut Gara-gara Pinjaman Pemerintahan Jokowi
PAN Akan Nobar Film G30S/PKI

PAN Akan Nobar Film G30S/PKI

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Siapa Berani Lawan Gatot?

Siapa Berani Lawan Gatot?

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 , 15:00:00

Biaya Kampanye Tinggi, Korupsi Merajalela

Biaya Kampanye Tinggi, Korupsi Merajalela

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

PSSI Tak Berprikemanusiaan

PSSI Tak Berprikemanusiaan

SABTU, 16 SEPTEMBER 2017 , 11:59:00

Terima Majalah RMOL

Terima Majalah RMOL

RABU, 13 SEPTEMBER 2017 , 22:58:00

Satroni DPRD

Satroni DPRD

KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 , 13:05:00