Emilia Kontesa Diciduk Polisi

Hukum  JUM'AT, 14 JULI 2017 , 18:06:00 WIB | LAPORAN: SAEFUL ANWAR

Emilia Kontesa Diciduk Polisi

Foto/RMOL

RMOL. Emilia Kontesa (35) alias EK, ditangkap Satuan Resnarkoba Polrestro Jakarta Selatan, dia diduga terlibat kasus narkoba jenis sabu.

Ibu rumah tangga itu diamankan dari sebuah kos-kosan di Jalan Sawo, Tebet, Jaksel, Selasa (11/7) lalu.

"Kita tangkap kurang lebih tiga hari lalu, hasil informasi masyarakat," kata Kasat Resnarkoba Polrestro Jaksel, Komisaris Vivick Tjangkung di kantornya, Jumat (14/7).

Menurut Vivick, tersangka diduga mengedarkan narkoba jenis sabu yang disembunyikan dalam brosur. Berdasarkan informasi dari warga, kos-kosan yang disewa tersangka, kerap disambangi orang yang berbeda-beda.

"Dari hasil pengungkapan, kami temukan beberapa paket sabu yang siap edar yang disembunyikan dalam brosur. Jadi kami temukan tumpukan brosur di situ (di tempat tinggal tersangka)," kata dia seperti dimuat Kantor Berita Politik RMOL.

Aksi tersebut, dilakukan tersangka sejak enam bulan terakhir. Awalnya, tersangka berkenalan dengan seseorang berinisial B di salah satu diskotik di wilayah Jakarta Barat.

Saat itu B menawarkan bisnis narkoba ini kepada tersangka yang sedang menganggur.

Modus yang digunakan tersangka tergolong baru. Yaitu, dengan cara menyembunyikan sabu di dalam brosur produk kosmetik dan apartemen.

Dalam brosur yang digunakan, diselipkan sebuah karton dan dilipat dua. Untuk setiap karton, ada satu paket sabu. Tujuannya, jika diperiksa menggunakan sensor X-ray tidak akan terlihat.

"Ini merupakan satu modus yang baru menurut kami (polisi). Karena dikemas secara bagus dengan brosur kosmetik dan brosur apartemen," tuturnya.

Kepada polisi, tersangka mengaku, setiap melakukan transaksi, dirinya hanya menerima perintah melalui telepon dari seseorang rekannya yang berinisial B. Setelah itu, B akan memberitahu pelanggan untuk menemui tersangka di kos-kosannya.

Terkait barang bukti sabu yang diedarkan tersangka, lanjut Vivick, termasuk kualitas bagus. Karena masih dalam bentuk gumpalan.

"Pengakuan tersangka, barang bukti ini (sabu) didapatnya dari Cina," lanjutnya.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan 25 paket sabu dalam brosur dengan harga antara Rp 800 hingga Rp 1,5 juta. [ipk]

Komentar Pembaca
SBY-Prabowo Mengancam Petahana

SBY-Prabowo Mengancam Petahana

KAMIS, 27 JULI 2017 , 19:00:00

Pimpinan KPK Terbukti Lalai

Pimpinan KPK Terbukti Lalai

KAMIS, 27 JULI 2017 , 15:00:00

Ada Niat Buruk Di Pansus KPK

Ada Niat Buruk Di Pansus KPK

RABU, 26 JULI 2017 , 23:00:00