Jonggol Berpeluang Jadi Ibukota Negara

Nasional  SENIN, 17 JULI 2017 , 18:47:00 WIB | LAPORAN: ANDHIKA TIRTA SAPUTRA

Jonggol Berpeluang Jadi Ibukota Negara

Net

RMOL. Kecamatan Jonggol yang berada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dianggap paling realistis dipilih menjadi Ibukota Negara menggantikan DKI Jakarta.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Yasin mengatakan, saat ini ada tiga skenario yang dibahas Pemerintah melalui Bappenas terkait wacana pemindahan ibukota.

Tiga skenario yang dikembangkan, menurut Ade Yasin pertama adalah skenario realistis, di mana ibukota tetap di Jakarta.

Namun, untuk yang satu ini, harus ada pilihan kebijakan untuk menata, membenahi, dan memperbaiki beberapa persoalan Jakarta, seperti kemacetan, urbanisasi, degradasi lingkungan, kemiskinan urban, banjir, dan tata ruang wilayah.

"Kebijakan ini harus diikuti dengan desentralisasi fiskal dan penguatan otonomi daerah untuk mengurangi kesenjangan antardaerah," kata pemilik nama lengkap Ade Munawaroh Yasin, dalam keterangannya, Senin (17/7).

Skenario kedua, adalah skenario moderat. Dalam konteks ini, Presiden menawarkan agar pusat pemerintahan dipisahkan dari Ibukota Negara.

Artinya, Jakarta akan tetap diletakkan sebagai Ibukota Negara karena faktor historis. Namun pusat pemerintahan akan digeser atau dipindahkan ke lokasi baru.

"Karena itu, dibutuhkan kajian yang komprehensif perihal beberapa opsi lokasi dari pusat pemerintahan baru ini," ujar Ade.

Tentu saja, perlu dipertimbangkan faktor jarak antara Jakarta sebagai ibukota dan pusat pemerintahan baru, khususnya terkait dengan infrastruktur wilayah, jaringan transportasi yang terpadu, serta prasarana pendukung lainnya.

Kemudian Ade mengungkapkan, skenario ketiga adalah skenario ideal yang bersifat radikal. Dalam opsi ini, negara membangun Ibukota Negara yang baru dan menetapkan pusat pemerintahan baru di luar wilayah Jakarta, sedangkan Jakarta hanya dijadikan sebagai pusat bisnis.

Skenario radikal itu memerlukan strategi perencanaan yang komprehensif dengan beberapa opsi penentuan calon ibukota baru.

Ade Yasin menambahkan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional tentunya akan keluar dengan sejumlah opsi.

Namun, tidak tertutup kemungkinan, Bappenas muncul dengan opsi sesuai skenario kedua yang pernah diajukan Presiden SBY.

Skenario kedua ini adalah skenario moderat. Artinya, Jakarta akan tetap diletakkan sebagai Ibukota Negara karena faktor historis, namun pusat pemerintahan digeser atau dipindahkan ke lokasi baru, mungkin kota-kota satelit di luar Jakarta, tentu saja dengan mempertimbangkan faktor jarak antara Jakarta sebagai ibukota dan pusat pemerintahan baru, khususnya terkait dengan infrastruktur wilayah, jaringan transportasi yang terpadu, serta prasarana pendukung lainnya.

"Wilayah yang terdekat dengan Jakarta tentunya Jabodetabekjur. Jika pilihannya seperti itu, maka Jonggol memiliki peluang lebih besar, karena kota-kota satelit di sekitar Depok, Tangerang, Bekasi Cianjur, relatif sudah padat penduduk," ujar Ade.

Sementara Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, selain dekat dengan Jakarta, juga dikenal sebagai wilayah yang masih asri dan jauh dari kebisingan kota serta masih cukup banyak tersedia lahan yang cukup luas.

Di sisi lain, dari segi anggaran, pengembangan Jonggol sebagai Ibukota RI juga tidak terlalu memberatkan, dibandingkan dengan beban anggaran yang harus ditanggung jika Palangkaraya dipilih sebagai Ibukota RI.

Jonggol bisa menjadi pilihan alternatif sebagai pusat pemerintahan negara yang baru, sembari menuntaskan sistem transportasi Jakarta dengan pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT),  subway dan busway yang terintegrasi dan pelaksanaan kebijakan penataan ruang yang sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur (Jabodetabek Punjur).

"Pemerintah juga sudah membenahi sistem transportasi Jakarta yang terintegrasi dari dan ke kota satelit, sehingga akan memudahkan pemindahan pusat pemerintahan.Adanya jalan penghubung ini, memiliki fungsi peran strategis yang mampu mengurangi beban ibukota negara yang kini dihuni oleh sekitar 10 juta jiwa," kata Ade.

Dengan demikian diharapkan kawasan Jabodetabekjur bisa cepat berkembang menjadi kawasan hunian yang aman, nyaman dan produktif.

"Sebagai orang Bogor, kita tentu berharap ibu kota dipindahkan ke Jonggol yang belakangan juga sudah dibangun (walau belum selesai) akses jalan yang dikenal dengan Poros Tengah Timur yang membuka akses lebih luas ke luar Bogor," pungkas Ade.

Sebelumnya, proses pemindahan Ibukota Negara Indonesia mencuat setelah Presiden Joko widodo memerintahkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional untuk melakukan kajian mendalam terkait pemindahan IbuKota Negara. [ipk]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Terima Laporan Kunjungan

Terima Laporan Kunjungan

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 01:24:00

Bahas Pahlawan Zaman <i>Now</i>

Bahas Pahlawan Zaman Now

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 04:59:00

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 10:31:00