Pembubaran HTI Seakan Pemerintah Tak Butuh DPR

Politik  RABU, 19 JULI 2017 , 18:03:00 WIB | LAPORAN:

Pembubaran HTI Seakan Pemerintah Tak Butuh DPR

HTI/Net

RMOL. Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) telah mengumumkan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Rabu (19/7). Atas sikap sepihak pemerintah itu, DPR terkejut.

Secara implisit, DPR merasa dilangkahi bahkan seakan tak dianggap keberadaannya lantaran pembubaran Ormas bernafaskan Islam itu tanpa persetujuan DPR, apalagi jika pembubarannya berlandaskan Perppu 2/2017 tentang Ormas.

"Jika HTI diberhentikan dengan alasan Perppu, maka harus dapat persetujuan DPR," kata Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong, Rabu (19/7).

"Meskipun berlakunya Perppu itu berdasarkan UUD 1945 pasal 22 dibolehkan berlaku, tapi setiap warga negara, apalagi HTI memiliki hak hukum untuk melakukan pembelaan dengan cara melakukan praperadilan."

Menurut pandangannya, pemerintah terlalu cepat mengambil langkah pembubaran HTI jika belum ditemukan alat bukti yang cukup.

"Radikalisme yang muncul itu bukan semata-mata radikalisme agama atau pandangan sempit keagamaan, tapi radikalisme juga muncul karena faktor sekularisme," kata dia.

Ali mengaku sudah melakukan konsultasi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengenai penerbitan Perppu Ormas. Menurut JK, kata Ali, perppu tidak ada kaitanya dengan HTI, tetapi berkaitan dengan Universitas Islam Internasional.

Tapi, kata dia, pihaknya mendengar pembubaran HTI berdasarkan Perppu 2/2017. Padahal, Indonesia adalah negara hukum. Konsep negara hukum pasal 1 ayat 3 UUD 1945 ada empat landasan pokok.

"Pertama penghargaan terhadap supremasi hukum. Kedua, penghargaan terhadap HAM. Ketiga, peradilan yang bebas. Keempat, kekuasaan kehakiman yang mandiri," ucapnya. [ipk]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00