Adi Gerindra - Selamat Anies Sandi
Verified Logo

Ini Pernyataan Sikap SP JICT Terkait Mogok Kerja Yang Dilakukan

Peristiwa  JUM'AT, 04 AGUSTUS 2017 , 11:48:00 WIB | LAPORAN: ZULFAHMI JAMBA

Ini Pernyataan Sikap SP JICT Terkait Mogok Kerja Yang Dilakukan

Suarat pernyataan Sikap/IST

RMOL. Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (SP JICT) mengungkapkan tentang alasan mereka melakukan aksi mogok kerja yang telah dilakukan sejak kemarin (Kamis, 3/8) dan akan berlangsung sampai tanggal 10 Agustus 2017 mendatang.

Menurut Sekjen SP JICT, Firmansyah Sukardiman, aksi mogok kerja yang mereka lakukan merupakan reaksi atas wanprestasi kesepakatan oleh Direksi terhadap hak pekerja akibat uang sewa ilegal perpanjangan kontrak jilid II.

Aksi penyelamatan aset nasional JICT dilakukan sejak tahun 2014, namun coba dibusukkan oleh gerakan yang sistematis, masif dan terstruktur oleh beberapa pihak dengan isu gaji besar pekerja.

"Sesungguhnya tidak seorang pun, berapa pun besarnya penghasilan, akan merelakan haknya dirampas," katanya, Jumat (4/8).

Sementara Direksi JICT yang bergaji jauh lebih besar yakni diatas Rp 2,5 milyar per tahun diduga sengaja wanprestasi terhadap hak-hak pekerja dan membiarkan JICT rugi ratusan milyar rupiah akibat mogok kerja. Prestasi buruk Direksi ini patut dicurigai bagian dari gerakan memuluskan penjualan aset nasional JICT.

"Pendapatan perusahaan yang besar atau mencapai Rp 3,5-4 triliun per tahun, diduga menjadi sumber bancakan korupsi bagi direksi dan investor Hutchison serta pihak-pihak lain untuk terus mengamankan perpanjangan kontrak JICT," ungkapnya.

Tercatat, sejak tahun 2015, JICT telah melakukan super efisiensi besar-besaran karena beban sewa perpanjangan kontrak JICT USD 85 juta/tahun padahal pendapatan perusahaan naik 4,6 % di tahun 2016.

Jadi perpanjangan kontrak JICT jilid II (2015-2039)  yang dilakukan Pelindo II kepada Hutchison, telah terbukti tidak ada nilai tambah karena melanggar UU, merugikan negara, pekerja dan JICT sendiri dalam jangka waktu panjang.

Untuk itu, perjuangan terhadap hak-hak pekerja karena dampak perpanjangan kontrak JICT menjadi penting. "Namun hal yang tidak kalah penting adalah, bagaimana menyelamatkan aset nasional JICT yang masa kontrak jilid I habis di tahun 2019, agar bisa dikelola bangsa sendiri sesuai visi kemandirian nasional," pungkasnya. [zul]

Komentar Pembaca
Sikumbang Jadi Koleksi Museum Dirgantara

Sikumbang Jadi Koleksi Museum Dirgantara

RABU, 18 OKTOBER 2017 , 21:00:00

Forum Wartawan OBOR Diresmikan

Forum Wartawan OBOR Diresmikan

RABU, 18 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Jokowi dan JK Beda Pandangan

Jokowi dan JK Beda Pandangan

RABU, 18 OKTOBER 2017 , 15:00:00

Rakor FKDM

Rakor FKDM

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 15:15:00

Panglima TNI di FFN

Panglima TNI di FFN

RABU, 11 OKTOBER 2017 , 20:59:00

Launching TAP Indomalphi

Launching TAP Indomalphi

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 09:21:00

DPW PPP DKI JAKARTA