Mogok Pekerja JICT Konspirasi Pemindahan Kapal dari Tanjung Priok

Ekonomi  MINGGU, 06 AGUSTUS 2017 , 11:40:00 WIB | LAPORAN:

Mogok Pekerja JICT Konspirasi Pemindahan Kapal dari Tanjung Priok

Ilustrasi/Net

RMOL. Mogok pekerja Jakarta International Container Indoensia (JICT)dicurigai ditunggangi pihak yang memainkan konspirasi pemindahan kapal di pelabuhan Tanjung Priok. Pasalnya, pembiaran berdampak pada pelayanan pelabuhan yang buruk.

"Itu pelabuhan NPCT-1 jelas proyek cacat tapi dipaksakan. Kapal-kapal dipindahkan kesana (NPCT-1) karena mogok (JICT) lalu diikat kontrak supaya pelabuhan yang dibangun serampangan tersebut bisa hidup. Tapi pelayanan jauh dari kata memuaskan," ujar Direktur Indonesia Port Watch, Syaiful Hasan, di Kuningan, Jakarta, Sabtu (5/8).

Syaiful melihat ada pihak yang sengaja membiarkan mogok JICT berlarut sehingga pelabuhan NPCT-1 yang dibangun era Dirut Pelindo II RJ Lino tersebut bisa terisi.

"Bayangkan biaya proyek pembangunannya (NPCT) hampir dua kali lipat dari pelabuhan Teluk Lamong dengan kapasitas yang sama. Bahkan peralatan di Teluk Lamong jauh lebih modern. Ini kan indikasi korupsi. Jika hasil audit investigatif BPK soal pelabuhan, kelar itu (NPCT)," ujar Syaiful.

Dia pun mengecam pihak-pihak yang diduga menggunakan isu mogok JICT untuk kepentingan bisnis semata.

"Ini perekonomian nasional. JICT berhenti sehari saja rugi puluhan milyar. Belum bagi pengguna jasa. Ini aneh jika dibiarkan sampai 3 hari. Padahal pengguna jasa sudah teriak dengan sistem billing dan pelayanan di NPCT-1," ujarnya.

Selain itu Syaiful menyayangkan Direksi JICT yang sengaja membiarkan mogok berlarut. Akibatnya beban biaya eksportir dan importir membengkak signifikan.

"Darimana (arus barang) lancar? Jika tidak ada rekayasa asal-asalan terminal 2 JICT dipakai lahan parkir, stagnan itu Priok. Pengurusan dokumen juga berjam-jam. Kerugian inventory cost dan double handling membengkak. Jadi sebetulnya siapa ini yang bermain? Pemerintah harus tegas. Stop bermain-main dengan pelayanan publik," ungkap Syaiful.

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09