SENGKARUT RAPERDA

Tudingan Saefullah Ke Wakil Rakyat Asbun!

Politik  KAMIS, 10 AGUSTUS 2017 , 13:51:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tudingan Saefullah Ke Wakil Rakyat <i>Asbun!</i>

Saefullah/Net

RMOL. Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), M Rico Sinaga mengecam pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah yang menuding buruk kinerja anggota DPRD DKI, namun tidak disertai data dan fakta yang valid.

"Sekda Saefullah asbun (asal bunyi), karena nuduh kerja Dewan hanya kongkow-kongkow," kata Rico di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (10/8).

Diketahui, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik mengatakan, terhambatnya pembahasan sejumlah raperda lantaran pihak eksekutif tidak kunjung membereskan naskah akademik yang akan dibahas.

Kalau pun ada, hanya dua raperda yang mengatur tentang reklamasi. Dua raperda ini sengaja tidak dibahas DPRD karena proyek tersebut bermasalah.

Menurut Rico, pada masa rezim Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), SKPD bekerja dibawah tekanan sekaligus tertekan.

Sedangkan era Djarot Saiful Hidayat, lambannya penggodokan naskah akademik yang merupakan cikal bakal raperda, kemungkinan ada dua faktor.

"Mungkin Djarot maupun Saefullah tidak tahu naskah akademik belum diberikan atau memang ada pembiaran," ujar Rico.

Rico berpendapat, kalau soal naskah akademik Djarot dan Saefullah tidak tahu menahu, berarti ada persoalan besar di lingkungan Pemprov DKI.

"Sedangkan kalau ada pembiaran itu konyol besar. Sikap pembiaran itu bisa digugat," tegas Rico.

Rico menuturkan, sebagai PNS nomor satu di Pemprov DKI, sangat disesalkan kalau Saefullah menyampaikan pernyataan asbun.

"Sehingga salah besar kalau posisi Sekda Saefullah dipertahankan," tegas Rico.

Karena itulah Rico mengharapkan M Taufik selaku Wakil Ketua DPRD DKI sekaligus mantan Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi agar merekomendasikan Saefullah tidak lagi dipertahankan sebagai sekda.

Sebelumnya, Saefullah meminta anggota DPRD menyelesaikan 32 raperda yang belum dibahas. Saefullah mengatakan masih banyak pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan tanpa adanya perda.

"Saya harap anggota Dewan bahas karena pekerjaan di depan banyak. Kalau nggak dibahas, pekerjaan makin numpuk. Pembangunan kan harus berjalan. Masak nunggu apa gitu. Saya juga nggak ngerti. Tiap hari hadir tapi hanya kongko," kata Saefullah di Pondok Indah, Jakarta Selatan. [ipk]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00