Viktor Lebih Parah Dari Ahok

Politik  KAMIS, 10 AGUSTUS 2017 , 17:42:00 WIB | LAPORAN: FAHRI HAIDAR

Viktor Lebih Parah Dari Ahok

Viktor/Net

RMOL. Video pidato Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR, Viktor Bungtilu Laiskodat yang menuduh Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN sebagai pendukung kelompok ekstrimis dan khilafah, masih menuai kontroversi.

Sekretaris Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI), Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin menilai, apa yang dikatakan Viktor lebih berat dan lebih parah dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebab Viktor tidak hanya menyerang Islam, tapi juga mengancam melakukan pembunuhan massal.

"Jadi Viktor ini lebih berat, lebih parah dari Ahok. Karena selain meyerang Islam,  juga dia ancam pembunuhan massal," kata Novel kepada Kantor Berita RMOL Jakarta, Kamis (10/8).

Karenanya, FPI akan mengadukan Viktor ke Komnas HAM. Sebab Viktor telah melakukan pelanggaran HAM berat dengan mengancam membunuh anggota dan simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Begitu juga, kita akan proses ke MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) agar segera memberhentikan Viktor, karena memang terdapat ujaran kebencian, fitnah dan juga UU ITE, karena dia tahu ketika ceramah ada yang rekam," kata Novel.

Novel menilai Viktor tidak lebih dari seorang preman yang menjadi anggota DPR. Dan saat berpidato, Viktor menunjukkan jati dirinya sebagai preman.

"Dia adalah provokator, memecah belah dan adu domba anak bangsa. Dan pemerintah harus segera bersikap," tegasnya.

Novel mengaku menyesal tidak adanya upaya meminta maaf dan rasa penyesalan dari Viktor. Begitupun, Nasdem yang tidak menyampaikan permohonan maaf, dan hanya mengungkapkan keprihatinannya.

"Ahok masih mau minta maaf dan tidak merencanakan pembunuhan. Dan yang lebih gila dibilang kebal hukum. Nggak ada itu kebal hukum," tuturnya.

Oleh sebab itu, Novel meminta pemerintah dan polisi tegas terhadap kasus Viktor. Apalagi sudah ada laporan dari masyarakat NTT sendiri. Jadi tak ada alasan polisi untuk tidak menangkap Viktor.

"Kalau tidak, maka jangan salahkan masyarakat ambil hukum sendiri, hukum rimba, hukum jalanan yang tidak bertanggung jawab. Jangan sampai masyarakat ambil tindakan sendiri. Polisi harus tangkap Novel untuk meredam kemarahan umat Islam," tegasnya. [ipk]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00