Serikat Pekerja Jaktour Tuntut Perombakan Komisaris Dan Direksi

Ragam  JUM'AT, 11 AGUSTUS 2017 , 14:13:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Serikat Pekerja Jaktour Tuntut Perombakan Komisaris Dan Direksi

Foto/RMOL Jakarta

RMOL. Serikat Pekerja (SP) PT. Jakarta Tourisindo (Jaktour) menuntut Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat merombak jajaran komisaris dan direksi perusahaan plat merah itu, menyusul kondisi keuangan yang makin memburuk.

Sebab, hingga semester satu 2017, kerugian perusahaan itu sudah mencapai Rp 12 miliar. Bahkan berdasarkan surat yang diterima Kantor Berita RMOL Jakarta, apabila Djarot tidak menggubris tuntutan SP Jaktour, maka pada hari, Senin (28/8), 200 pegawai Jaktour bersama SP Grand Cempaka Resort akan menggelar unjuk rasa di Balaikota DKI.

Surat pemberitahuan unjuk rasa itu ditandatangani Ketua SP Jaktour, Agus Sofyan dan Ketua SP Grand Cempaka Resort, Abu Bakar.

Tunturan lain yang diajukan pegawai adalah, Bank DKI membolehkan kembali mereka mengajukan pinjaman.

Sebelumnya, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Prabowo Soenirman meminta Djarot mengevaluasi direksi Jaktour.

Prabowo menduga pengajuan Penyertaan Modal Pemerintah (PMD) sebesar Rp 6,5 miliar pada APBD Perubahan 2017, untuk menutupi kerugian Jaktour.

"Kalau untuk menutupi kerugian, PMD tidak efektif dong," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI ini.

Berdasarkan data yang dimiliki Prabowo, uang kas Jaktour sudah habis. Sehingga saat ini perusahaan hanya mengandalkan pendapatan dari unit usaha untuk biaya operasional. Namun tetap tidak mencukupi.

"Direksi juga sudah beberapa kali membuat laporan keuangan salah. Karena tidak membayar pajak, Dinas Pajak kemudian memblokir no rekening BCA, Mandiri milik Jaktour. Sehingga cuma Bank DKI saja yang tidak memblokir, mungkn karena kasihan," papar Prabowo.

Berdasarkan draf Kebijakan Umum Perubahan APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) APBD Perubahan 2017, tercatat ada sembilan BUMD yang akan memperoleh PMD.

Kesembilan BUMD itu masing-masing PT MRT sebesar Rp 4,1 triliun, PT Jakpro Rp 4,6 triliun, PT Jaktour Rp 6,5 miliar, PT Askrida Rp 4,4 miliar, PT Pembangunan Sarana Jaya Rp 460 miliar, PT Transakarta Rp 420 miliar, PD Pasar Jaya Rp 200 miliar, PAM Jaya Rp 300 miliar dan PT Penjamin Kredit Daerah Rp 150 miliar. [ipk]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Terima Laporan Kunjungan

Terima Laporan Kunjungan

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 01:24:00

Bahas Pahlawan Zaman <i>Now</i>

Bahas Pahlawan Zaman Now

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 04:59:00

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 10:31:00