Perekrutan 15 Tenaga Profesional Pasar Jaya Beraroma KKN

Politik  JUM'AT, 11 AGUSTUS 2017 , 17:31:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Perekrutan 15 Tenaga Profesional Pasar Jaya Beraroma KKN

Net

RMOL. Koordinator Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I), Tom Pasaribu menyebutkan, perekrutan 15 tenaga profesional di lingkungan PD Pasar Jaya penuh aroma Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

"Saat ini terdapat beberapa tenaga profesional yang diangkat, ternyata telah purna bakti atau pensiunan dari instansi lain karena usianya sudah 56 tahun lebih," kata Tom Pasaribu, Jumat (11/8).

Bahkan, lanjut Tom, dari 15 karyawan itu, ada dua karyawan yang diduga masih punya hubungan famili dengan Dirut PD Pasar Jaya, Arif Nasrudin dan direksi lainnya.

"Padahal sesuai Peraturan PD Pasar Jaya No 64/2015 tentang ketentuan pegawai jelas disebutkan bahwa tenaga profesional itu harus melalui perjanjian kontrak, tidak bisa langsung diangkat jadi karyawan. Tapi, yang terjadi sekarang, 15 karyawan baru itu langsung jadi manager dengan gaji Rp30 juta per bulan setelah tanda tangan jadi pegawai tetap BUMD DKI tersebut," papar Tom.

Karena itu, menurut Tom, 15 tenaga profesional yang diangkat menjadi pegawai tetap PD Pasar Jaya jelas melanggar Peraturan PD Pasar Jaya pasal 6 ayat 2 dan 3 dan pasal 7 ayat 2.

"Jadi, pengangkatan 15 pegawai tetap itu adalah tidak sah dan cacat hukum karena tidak memiliki pangkat dan golongan namun sudah langsung jadi manager. Ini kan jelas sangat menyakitkan bagi karyawan PD Pasar Jaya yang sudah mengabdi selama puluhan tahun," ungkap Tom.

Tom juga meminta, sebaiknya Dirut PD Pasar Jaya agar segera mencabut SK Direksi yang berkaitan dengan pengangkatan 15 karyawan baru yang langsung menjadi karyawan tetap PD Pasar Jaya tersebut.

"Sebaiknya Dirut Pasar Jaya mencabut SK Direksi No 300/2016 tanggal 6 Desember 2016, SK Direksi No 335/2016 tanggal 30 Desember 2016 serta SK Direksi No 101/2017 tanggal 29 Maret 2017. Dengan dicabutnya SK ini, maka pengangkatan 15 karyawan dari luar itu diberhentikan," tegas Tom.

Dihubungi terpisah, Dirut PD Pasar Jaya Arif Nasrudin membantah anggapan yang menyebut pengangkatan 15 karyawan itu sarat praktik KKN.

"Itu tidak benar, karena semua perekrutan mengikuti prosedur fit and proper test pihak ketiga, tapi ya saya ikhlas aja bang. Saya hanya bisa mendoakan semoga semua mendapatkan hidayah dariNya. Satu lagi, tidak ada hubungan saudara atau apapun, yang ada hubungan profesional sesuai keahlian yang dibutuhkan," kilah Arif. [ipk]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00