Cara IZI Merawat Semangat Kemerdekaan

Kebab  KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 20:59:00 WIB

Cara IZI Merawat Semangat Kemerdekaan

Ilustrasi/ist

"BAHWA sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa" (Bagian alinea pertama Pembukaan UUD 1945)

Kemerdekaan adalah anugerah dari Allah SWT. Apalagi bagi bangsa Indonesia yang memiliki religiusitas yang tinggi. Jauh sebelum bangsa ini mengalahkan penjajah dan mengusirnya pergi meninggalkan bumi pertiwi ini, para ulama, tokoh umat dan para pendiri bangsa menyadari betul bagaimana agama telah mengukir jiwa para penegak kemerdekaan bangsa. Hari-hari ini, atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa Bangsa Indonesia sampai pada usia kemerdekaan yang ke-72. Momentum ini tentu tak boleh disia-siakan, harus diisi dengan spirit kesyukuran, kreativitas serta  semangat inovasi tiada henti.

Merdeka bukan berarti bebas melakukan apa saja dan boleh melupakan sejarah pahitnya perjuangan dalam merebut kemerdekaan dari penjajah bangsa. Menjadi merdeka salah satunya adalah menjadi mandiri dan independen sehingga mampu bersikap kritis dan tak gentar melawan ketidakadilan dan ketidakberdayaan.

Dalam kerangka menanamkan spirit kemerdekaan bangsa, IZI menggelar sejumlah agenda baik untuk internal maupun eksternal demi terus menyalakan semangat kemandirian, dan juga kebersamaan. Sejumlah lomba dan kompetisi digelar dalam memupuk semangat kesyukuran atas kesehatan, keimanan serta anugerah kebaikan dari Allah SWT. Lomba antar karyawan secara individual maupun tim, baik lomba olahraga seperti badminton, tenis meja, futsal dan panahan serta lomba yang bersifat tim building dan memupuk kekompakan pun dilakukan. Lomba atau kompetisi untuk memelihara semangat kebersamaan ini sekaligus juga mengedukasi tugas amil yakni lomba Game Zakat. Adapun lomba lain seperti memasak, tarik tambang dan permainan tim lainnya diarahkan untuk memelihara semangat kerja keras, pantang menyerah dan terus menjaga kebersamaan.

Esensi aktivitas tadi bukan sekedar bergembira semata dan senang-senang. Lebih dari itu justru menyadarkam bahwa namanya kemerdekaan cara mengisinya justru bisa sederhana dan harus mampu menyentuh dan meningkatkan karakter dan jiwa anak bangsa yang kini hidup ditengah tantangan yang tak semakin mudah. Tak ada ancama perang saat ini, namun nyatanya penjajahan ekonomi dan gaya hidup yang tak sesuai kepribadian bangsa telah nyata mengikis sendi-sendi karakter dan jati diri anak bangsa. Tak ada ancaman penjajahan dari bangsa lain, tapi faktanya ancaman perpecahan demikian nyata hanya terkadang dipicu kesalahpahaman kata-kata yang demikian massif di sosial media.

Terkait itu semua, selain untuk internal karyawan, IZI juga melibatkan mustahik untuk mensyukuri momentum kemerdekaan yang ke-72 tahun ini. Sebagaimana tekad IZI untuk senantiasa melibatkan muzaki dan mustahik dalam setiap moment dan aktivitas yang ada, kali inipun IZI melakukan hal sama. Mengajak mustahik mensyukuri kemerdekaan dengan menanamkan jiwa kemandirian.

Kegiatan konkretnya semangat tadi adalah IZI memberikan support berupa bantuan modal untuk 72 mustahik calon entrepreuner agar ia memiliki kekuatan untuk merdeka dari belenggu ekonomi yang melingkupi hidup mereka. Bantuan modal ini nantinya akan digunakan untuk merintis usaha kecil sesuai dengan kemampuan dan kondisi lingkungan tempat tinggal mereka. Nantinya mereka juga akan dibimbing dan dievaluasi  agar bantuan ini bisa berhasil mencapai tujuannya, yakni memutus mata rantai ketidakberdayaan dari sisi ekonomi.

Bantuan IZI dalam moment ini akan diserahkan Direktur Utama IZI, Bapak Wildhan Dewayana dalam momentum peringatan kemerdekaan oleh IZI di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta. Bantuan akan diserahkan secara simbolis kepada 72 mustahik calon entrepreneur di depan kegiatan olahraga dan lomba-lomba peringatan kemerdekaan karyawan IZI.

Semoga apa yang dilakukan IZI dalam bingkai semangat memudahkan, dimudahkan diberikan kemampuan oleh Allah SWT untuk terus meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya.

"Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”(Surah al-An’am [6]: 160). [***]

NANA SUDIANA
Direktur Pemberdayaan IZI



Komentar Pembaca
Zakat Dan Perubahan Perilaku Muzaki

Zakat Dan Perubahan Perilaku Muzaki

SELASA, 14 NOVEMBER 2017

Ekspedisi Kalimantan (Bag: 2)

Ekspedisi Kalimantan (Bag: 2)

JUM'AT, 29 SEPTEMBER 2017

Ekspedisi Kalimantan (Bag: 1)

Ekspedisi Kalimantan (Bag: 1)

SELASA, 26 SEPTEMBER 2017

Bagaimana Zakat Dikelola Seperti Pajak Untuk Pembangunan?
Setahun Bersama Pemberdayaan Ternak Kambing IZI Di Lumajang
Takdir Sang Perubah

Takdir Sang Perubah

RABU, 26 APRIL 2017

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11