Ngadu Ke DPR, Jamaah First Travel Ngotot Mau Umroh

Ragam  JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 19:25:00 WIB | LAPORAN: ANDHIKA TIRTA SAPUTRA

Ngadu Ke DPR, Jamaah First Travel Ngotot Mau Umroh

Riesqi Rahmadiansyah/RMOLJakarta

RMOL. Ratusan korban First Travel mengadukan nasibnya ke DPR, Senayan, Jakarta, Jumat siang (18/8). Pada pertemuan itu mereka diterima oleh anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H Mukhlisin di ruang komisi X.

Sri Rezeki Dasawarsi calon jamaah haji mengaku keluarganya sudah membayar biaya umroh ke First Travel sebesar Rp 14,3 juta. Bahkan agar cepat berangkat ke tanah suci Sri harus merogoh kembali koceknya sebesar Rp 2 juta.  Rencananya dia akan berangkat bersama 9 orang anggota keluarganya.

"Saya sudah membayar Rp 14,3 juta per orang dan ada 9 orang yang akan berangkat. Kakak saya tahun ini bayar biaya Rp 18 juta dan dinjanjikan berangkat Mei ini," kata Sri kepada wartawan di gedung DPR.

Nasib serupa juga dialami juga oleh Azizah calon jamaah umroh asal Bekasi. Perempuan berkacamata ini mengaku sudah membayar sebesar Rp 18 juta.

Rencananya dia akan berangkat menunaikan ibadah ke tanah suci bersama 4 orang lainnya.

Namun malang tak bisa dihindari. Sri Rezeki, Azizah, bersama 52 ribu calon jamaah umroh lainnya hingga kini tak kunjung pergi ke tanah suci.

Pemerintah melalui Kementerian Agama mencabut izin perusahaan agen travel itu pada 1 Agustus lalu.

Polisi juga menahan Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan istrinya Anniesa Desvitasri sebagai tersangka.

Sementara kuasa hukum para calon jamaah umroh First Travel Riesqi Rahmadiansyah mengatakan, kedatangannya ke DPR guna mengadukan nasib ratusan calon jamaah umroh yang gagal berangkat ke tanah suci.

Sebelumnya, para calon jamaah sudah mendatangi instansi terkait namun tak pernah menemukan titik terang.

"Kita sudah mengadu ke mana-mana tapi tak pernah didengar," kata dia.

Menurut Riesqi, pertemuannya dengan Fraksi PPP sudah sangat tepat mengingat Menteri Agama dijabat oleh kader partai berlambang Ka'bah.

Dia juga menilai langkah sebagian jamaah yang menambil langkah hukum dengan mengajukan permohonan pailit akan membunuh mimpi jamaah terbang kesana.

"Tetapi dengan kekuataan politik dari DPR insya allah jamaah bisa diberangkatkan tinggal tunggu komitmen pemerintah dan dewan saja," pungkas pengacara yang mewakili sekitar 7 ribu jamaah itu.

Dia menambahkan, keinginan dari jamaah adalah tetap berangkat, berbeda dengan proses hukum terhadap proses gugatan yang tengah bergulir di pengadilan. [ipk]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Terima Laporan Kunjungan

Terima Laporan Kunjungan

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 01:24:00

Bahas Pahlawan Zaman <i>Now</i>

Bahas Pahlawan Zaman Now

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 04:59:00

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 10:31:00