Ironis! Uang Saku 648 Atlet DKI Tertunggak 4 Bulan

Olahraga  SELASA, 22 AGUSTUS 2017 , 19:28:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ironis! Uang Saku 648 Atlet DKI Tertunggak 4 Bulan

Net

RMOL. Pemprov DKI Jakarta dinilai tidak serius mempersiapkan atlet yang akan berlaga pada PON XX/2020 di Papua, serta event nasional dan internasional lainnya.

Buktinya, hingga akhir Agustus ini, dana hibah Koni DKI sebesar Rp 82 miliar belum juga cair.

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Pahanan Indonesia (Perpani) DKI Jakarta, Didi O Affandi mengatakan, dampak dari belum cairnya dana hibah membuat uang saku sebanyak 648 atlet tertunggak selama empat bulan.

Menurut Didi, setiap bulannya masing-masing atlet berhak memperoleh uang saku rata-rata sebesar Rp 3 juta.

"Uang saku itu bisa dimanfaatkan para atlet untuk transportasi dan makanan tambahan," kata Didi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (22/8).

Akibat belum cairnya dana hibah, kata Didi, sebagai pengurus cabang olahraga (cabor) akhirnya berinisiatif menalangi pembayaran uang saku para atlet.

Didi mengungkapkan, tertinggalnya uang saku tak ayal membuat konsentrasi sejumlah atlet yang berlaga pada Sea Games 2017 Malaysia terpecah.

"Beruntung atlet panahan DKI berhasil menyumbangkan satu perunggu. Kalau uang saku lancar, ada peluang besar merebut emas," ujar Didi.

Didi menuturkan, belum cairnya dana hibah semata-mata bukan kesalahan Pemprov DKI, khususnya Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda), namun juga Koni DKI memiliki kontribusi.

"Pengurus Koni tidak proaktif soal pencairan dana hibah, sehingga lagi-lagi atlet yang menjadi korbannya," pungkas Didi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat berkomitmen segera mencairkan dana hibah Koni DKI sebesar Rp 82 miliar, sebelum HUT Kemerdekaan RI.

Hal itu disampaikan Djarot saat bertemu Ketua Umum Koni DKI Jakarta, Dody Rahmadi Amar di Balaikota, Selasa (1/8). [ipk]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Terima Laporan Kunjungan

Terima Laporan Kunjungan

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 01:24:00

Bahas Pahlawan Zaman <i>Now</i>

Bahas Pahlawan Zaman Now

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 04:59:00

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 10:31:00