Pak Ogah Dilatih Biar Tenang Nyari Duit

Ragam  KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 , 16:05:00 WIB | LAPORAN:

Pak Ogah Dilatih Biar Tenang Nyari Duit

Foto/RMOLJakarta

RMOL. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyanangkan merekrut "pak ogah" menjadi Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas).

Para calon Supeltas pun mendapatkan pelatihan selama lima hari yang meliputi pelatihan baris berbaris,
Tindakan Pertama Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas (TPPKL) dan kedisiplinan.

Reza (23), salah satu peserta pelatihan calon Supeltas mengaku meskipun tak jelas mendapatkan upah atau tidak tetap bangga menjadi bagian Sukarelawan.

"Biar tenang aja nyari duitnya, masalah dibayar nggak dibayar jalanin aja dulu lah," katanya kepada wartawan di Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kamis (24/8).

Pria yang menjadi "pak ogah" di wilayah Cempaka Putih mengaku merasa terhormat jadi calon Supeltas. Pasalnya, selama ini profesi yang dijalani dirinya dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

"Ya, mudah-mudahan tidak dipandang miring lagi dah, kalau saya itu pak ogah," harapnya.

Menurut Reza, saat dikukuhkan menjadi Supeltas, bukan berarti dirinya tidak boleh menerima uang dari masyarakat yang menggunakan jasanya.

"Ngambil boleh, tapi nggak boleh di kekcrek-kekcrek (diminta), langsung masukin ke kantong aja asal jangan maksa," kata dia.

Sebelumnya, Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat mengumpulkan Puluhan "Pak Ogah"  di Lapangan Banteng untuk dilatih dan direkrut menjadi Supeltas.

Sebelum menjadi pasukan Supeltas Polres Metro Jakarta Pusat, puluhan Pak Ogah ini diwajibkan untuk menjalani serangkaian pelatihan selama lima hari. Pelatihan itu di antaranya membekali pengetahuan tentang lalu lintas, ilmu bela diri, hingga kedisplinan. [ipk]

Komentar Pembaca