Warga Bandung Histeris, Jokowi Gunakan Iket Kepala Makuta Sinatra dan Beskap Ungu

Nasional  MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 , 11:15:00 WIB | LAPORAN: LOPI KASIM

Warga Bandung Histeris, Jokowi Gunakan Iket Kepala Makuta Sinatra dan Beskap Ungu

Foto/Istimewa

RMOL. Mengenakan beskap warna ungu dan iket kepala Makuta Sinatria, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017, yang dimulai dari Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/8).

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, Makuta adalah mahkota, benda penutup kepala yang dipakai di atas kepala. Sementara, Sinatria adalah kesatria, suatu karakter, sifat, sikap yang berani, adil, tegas dan jujur.

"Dalam budaya Sunda, pemakaian iket kepala menunjukkan pemimpin, sesorang yang sedang menjalankan tugas mulia, seseorang yang sedang mencari peningkatan kebaikan diri," ujar Bey.

Dengan memakai rupa iket Sunda ‘makuta sinatria’, lanjut Bey, menunjukkan bahwa pemakai iket ini memberikan wejangan bahwa dirinya telah melaksanakan Tilu Eusi Diri (tiga sikap diri), pertama mencerminkan sikap berani dan adil dalam membuat pilihan keputusan demi menegakkan keadilan dan kebenaran sejati.

Sikap selanjutnya, menurut Bey, adalah panceg yang berketetapan hati atau tegas, yakni selalu menggunakan suara hati nurani dalam mengemban tugas lahiriah maupun bathiniah.

Sikap terakhir adalah Silih Wangi atau saling mewangikan/saling memberikan kebaikan, melindungi mengayomi dengan sikap welas asih (kasih sayang) untuk pencapaian kebaikan dan kesejahteraan bersama.

"Menjalankan Kebaikan untuk sesama, keluarga, masyarakat, negara juga pribadi diri sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya.

Sementara, tiga jam sebelum acara dimulai, warga Kota Bandung tampak telah memadati area sekitar Gedung Sate. Mereka ingin melihat kemeriahan Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017. Padahal, acara baru dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.

Karnaval dengan tema "Nyalakan Api Semangat Kerja Bersama" ini menjadi puncak rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-72 sekaligus penutup Bulan Kemerdekaan yang dimulai sejak 1 Agustus 2017 lalu. Karnaval diikuti oleh 2.500 peserta dari sejumlah daerah di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo memimpin pawai karnaval dari atas mobil hias bernama 'Kareta Pancasila'.

Di lokasi acara, mulai dari Gedung Sate hingga Taman Vanda, tampak masyarakat antusias menyaksikan karnaval kemerdekaan ini dengan memadati di pinggir ruas jalan yang dilalui Karnaval Kemerdekaan. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang histeris saat melihat langsung Presiden.

"Jokowi... Jokowi...," pekik para warga, seraya melambaikan tangan ke arah Presiden.

Seperti tak mau kehilangan momen, hampir semua warga Bandung yang datang memanfaatkan acara tersebut dengan berswafoto. Dewasa, remaja, dan anak-anak begitu antusias ber-selfie ria.

Sementara, sejumlah menteri Kabinet Kerja yang hadir dalam kemeriahan Karnaval Kemerdekaan ini memakai sejumlah pakaian adat dari berbagai daerah.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menggunakan pakaian adat Alor, NTT, Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya juga mengenakan pakaian adat.

Begitupun Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil juga kompak menggunakan pakaian adat Sunda berwarna putih. [ipk]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Terima Laporan Kunjungan

Terima Laporan Kunjungan

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 01:24:00

Bahas Pahlawan Zaman <i>Now</i>

Bahas Pahlawan Zaman Now

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 04:59:00

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 10:31:00