Merasa Dipermainkan, Mahasiswa STIE Swadaya Tuntut Yayasan

Ragam  SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 11:54:00 WIB

Merasa Dipermainkan, Mahasiswa STIE Swadaya Tuntut Yayasan
RMOL. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Swadaya khususnya Diploma III Jurusan Akuntansi dan Keuangan Perbankan merasa dirugikan dan dipermainkan oleh pimpinan dan pemilik STIE Swadaya.

Sebab berdasarkan data dari BAN-PT, ternyata izin operasionalnya telah kadaluarsa sejak tahun 2015. Sampai sekarang belum dibenahi atau diperpanjang oleh pihak kampus.

Akibat tidak diperpanjangnya izin operasional oleh BAN-PT yang merupakan badan yang berwenang mengurusi akreditasi perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, mahasiswa STIE Swadaya khususnya Diploma III merasa dibohongi dan dirugikan baik secara materi maupun waktu yang terbuang percuma.

"Ijazah yang kami terima tidak diakui dan dianggap ilegal karena izin operasional telah kadaluarsa sejak dua tahun lalu," kata Heri Darsono, salah satu Mahasiswa yang telah lulus tahun 2016, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/9).

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Swadaya, Zacky Indra laksana yang juga mahasiswa Diploma III Jurusan Akuntansi yang masuk pada tahun 2015 bersamaan dengan habisnya izin operasional merasa bingung. Sebab, ijazah yang nantinya akan diterima setelah selesai kuliah di kampus yang terletak di Jalan Jatiwaringin Raya, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, itu tidak diakui atau ilegal sampai pihak kampus mengurus perpanjangan izin operasional.

Untuk memperjuangkan nasib dan masa depannya, Zacky bersama dengan rekan yang mengalami masalah serupa mencoba memperjuangkannya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meminta bantuan dari  alumni-alumni STIE Swadaya yang peduli terhadap nasib dirinya dan rekannya yang lain.

"Kami berharap dengan menggandeng alumni permasalahan ini bisa terselesaikan. Kami mendesak kampus dalam hal ini Ibu Darnely Guril Darmi  selaku pemilik saham terbesar memperhatikan nasib kami. Perlu diingat bahwa orang tua kami telah mengeluarkan uang untuk membiaya kami kuliah," tegasnya.

Disebutkan, Guril yang juga pemilik yayasan perjalanan haji dan umroh Arminareka yang merupakan salah satu biro perjalanan terbesar dan terpercaya saat ini menyampaikan keluhan yang sama.

"Tentunya beliau tidak ingin nama Arminareka rusak akibat dari persoalan yang terjadi di STIE Swadaya. Namun Jika kampus tidak menggubris tuntutan ini, maka kami akan terus memperjuangkannya sampai manapun," tambahnya lagi.

Mahasiwa lainnya, Billy Ribun Firmansyah mengakui, akibat dari persoalan ini, mahasiswa dan orang tua  yang awalnya  percaya dan mendaftarkan dirinya di STIE Swadaya  serta mengikuti perkuliahan selama ini, mengalami guncangan kejiwaan secara psikologis.

"Rasa percaya diri kami turun akibat terungkapnya beberapa kejanggalan atas keabsahan dan legalitas, tempat kami bernaung mencari ilmu untuk meraih masa depan," ungkapnya.

Selain meminta dukungan kepada alumni, dia juga meminta bantuan kepad Klinik Hukum Kosgoro yang langsung menurunkan Tim nya untuk membantu mahasiswa STIE Swadaya.

Para alumni yang hadir merasa miris. Mereka sepakat membuat wadah yang diberi nama Forum Alumni Swadaya (FAS). FAS dibentuk sebagai salah satu langkah konkrit dari alumni STIE Swadaya untuk membantu dan memperjuangkan nasib mahasiswa saat ini.
 
"Kami bersama para alumni lain yang peduli dengan almamater akan bersatu dan berjuang menyelesaikan kasus ini," ungkap salah satu alumni STIES, Rambun Sumardi.[dem]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00