Revitalisasi Pasar, Pemerintah Jangan Alergi Pihak Ketiga

Ekonomi  RABU, 06 SEPTEMBER 2017 , 10:51:00 WIB | LAPORAN: LOPI KASIM

Revitalisasi Pasar, Pemerintah Jangan Alergi Pihak Ketiga
RMOL. Pengelolaan pasar di Indonesia khususnya di daerah luar Jakarta dinilai masih jauh dari kata layak. Untuk itu, pemerintah diharapkan terus membantu pengelolaan pasar dengan melibatkan pihak ketiga atau pihak swasta.

Demikian dikatakan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) Joko Setiyanto saat rapat kerja 2017 di Kantor PD Pasar Jaya, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/9).

"Pasar-pasar masih lambat dalam revitalisasi, manajemen pasar masih harus diperbaiki, safety dari produk harus ada standar kesehatan," kata Joko.

Untuk mewujudkan kelayakan pasar di Indonesia, kata Joko, pihaknya berharap pemerintah pusat tidak alergi menjalin kerja sama dengan pihak ketiga. Di Jakarta, kata dia, pengelolaan pasar relatif cepat dibandingkan dengan daerah lain.

"Kalau mau cepat harus gandeng pihak swasta. Pemerintah sebaiknya menggandeng pihak ketiga," ujarnya.

Dana sebesar Rp 25 miliar untuk revitalisasi pasar saat ini, kata Joko, sangat tidak memadai. Idealnya, dibutuhkan dana Rp 150 triliun untuk merevitalisasi 5 ribu pasar seperti yang ditargetkan pemerintah. Itu pun hanya untuk pasar dengan kategori atau kelas B.

"Kita kemarim baru akan ngejar ketinggalan dengan pasar modern, sekarang sudah e-commerce. Kalau nggak kerja sama dengan pihak ketiga kita nggak bakal ngejar," kata dia.

Sementara, Dirut PD Pasar Jaya Jakarta, Arief Nasrudin mengatakan, dengan adanya Asparindo akan menguatkan korporasi pasar rakyat di Indonesia.

"Semakin bersinergi, semakin power full ke depannya," ucap Nasrudin.

Ke depan, tambah Nasrudin, di Jakarta dan di Indonesia harus dipersiapkan banyak infrastruktur terbaru yang menyesuaikan dengan situasi dan kompetisi saat ini.

"Ini salah satu aksi membantu menyelamatkan usaha kecil menengah ke depannya di pasar-pasar. Ini penting untuk kita mempererat dan memperkuat fundamental dari asosiasi untuk menjadi ke depannya lebih baik lagi," pungkasnya.[mla]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00