Signal Reshuffle di Balik Lemahnya Komunikasi Publik Pemerintah

Politik  KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 , 13:47:00 WIB | LAPORAN: LOPI KASIM

Signal Reshuffle di Balik Lemahnya Komunikasi Publik Pemerintah

Ilustrasi/Net

RMOL. Pakar Komunikasi Politik Universitas Jayabaya, Lely Arrianie mengatakan, keluhan yang berulangkali ditunjukkan Presiden Joko Widodo menyiratkan komunikasi publik pemerintah masih lemah.

Sehingga, data dan fakta atas pencapaian kinerja pemerintah tidak terdiseminasikan atau terinfokan dengan baik hingga ke lapisan masyarakat bawah dan daerah.

"Pola komunikasi publik pemerintah harus segera diperbaiki. Karena jika tidak, pemerintah sendiri yang akan rugi. Juga, segera evaluasi siapa yang bertanggung jawab atas tugas diseminasi informasi pemerintah ke masyarakat tersebut, khususnya di jajaran menteri Kabinet Kerja," kata Lely,  Kamis (7/9).

Bisa jadi, menurut Lely, pernyataan Presiden Jokowi yang bernada keluhan tersebut juga sebagai signal akan adanya reshuffle bagi menteri yang dinilai tidak maksimal menjalankan kepercayaan yang diberikan kepadanya serta amanah yang ditugaskan oleh rakyat Indonesia.

Dilihat dari tugas, fungsi dan tanggung jawab, lanjut Lely, yang seharusnya paling berperan dalam mendiseminasikan pencapaian kinerja pemerintah adalah Menteri Komunikasi dan Informatika. Meskipun, secara teknis tugas tersebut juga ada di sejumlah kementerian dan lembaga negara lain.

"Saya pikir, Menkominfo Rudiantara punya tanggung jawab berat atas tugas tersebut. Harus diakui, menjelang tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK sudah banyak capaian yang ditoreh. Sehingga, sangat disayangkan jika prestasi tersebut tidak sampai ke telinga masyarakat bawah dan di daerah-daerah," ungkap Lely.

Lely pun mengutip sejumlah data yang sempat muncul ke publik terkait menteri mana saja yang masuk daftar list reshuffle. Selain Menkominfo yang menjadi "langganan" menteri yang akan direshuffle, muncul juga nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang dinilai gagal mendulang prestasi di Sea Games 2017 Malaysia.

Selain itu, sempat santer nama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Asman Abnur, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil, serta Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Menariknya, saat ditanya sejauh mana Presiden Jokowi memiliki nyaliā€¯ untuk mereshuffle menteri dari partai politik atau menteri yang masuk bagian dari Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, Lely menjawab dengan dua jawaban berbeda.

"Untuk menteri yang berasal dari partai politik, saya yakin jika nilainya jelek, Presiden pasti berani mereshuffle. Namun, bisa jadi akan berbeda jika dengan menteri yang diketahui merupakan orang bawaan Wapres JK, sepertinya Presiden Jokowi akan lebih berhati-hati dan kompromi," kata Lely.

Seperti diketahui dan sudah menjadi rahasia umum kalau Menkominfo Rudiantara merupakan salah satu menteri 'Orangnya JK" yang sulit ditaklukan untuk direshuffle. Dan sepertinya, Presiden Jokowi berulangkali "kalah nyali" jika harus mereshuffle Menkominfo Rudiantara.

Padahal, sudah banyak kalangan yang mengatakan, Rudiantara dinilai gagal menjalankan tugasnya sebagai Menkominfo dalam mendiseminasikan pencapaian kerja pemerintah, kalah menghadapi hoax dan ujaran kebencian di media sosial serta tidak mampu melakukan manajemen isu publik hingga terjadi kegaduhan opini politik yang destruktif di tengah-tengah masyarakat.

Untuk diketahui, sebelumnya Presiden Jokowi mengeluhkan banyaknya masyarakat di daerah-daerah yang belum mengetahui informasi soal capaian kinerja pemerintah selama hampir tiga tahun terakhir.

"Kenapa disampaikan? Karena banyak yang belum tahu. Kasih tahu ke masyarakat kita sudah bekerja siang malam, Sabtu-Minggu, untuk selesaikan yang riil dibutuhkan masyarakat," ujar Presiden saat memberikan arahan sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Relawan Projo (Projo) di Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (4/9) kemarin.

Hal senada juga pernah diungkapkan Presiden dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/2) silam. Ketika itu, Presiden mengeluhkan soal komunikasi publik pemerintah yang dinilai belum maksimal dan kurang luas jangkauannya.

"Proaktiflah. Sampaikan yang tengah dilakukan dan akan dilakukan. Kerja keras perlu diketahui rakyat, begitu pula hambatannya," tegas Presiden.[ade]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00