Putusan Hakim PN Jaktim Janggal, Ketum Gemura Banding

Politik  SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 , 23:36:00 WIB | LAPORAN: LOPI KASIM

Putusan Hakim PN Jaktim Janggal, Ketum Gemura Banding

Foto: Repro

RMOL. Kejanggalan terjadi dalam sidang putusan yang dibacakan hakim dalam gugatan Ketua Umum Gemura, Oktasari Sabil melawan Oesman Sapta Odang (Oso) di pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta Timur, Rabu (7/9) pekan lalu.

Oktasari Sabil menceritakan, sebelum membacakan amar putusan, Hakim Ketua membacakan berbagai pertimbangan perkara secara bergantian dengan hakim anggota. Saat memasuki bab putusan, hakim anggota mengembalikan berkas amar putusan yang dipegangnya kepada hakim ketua. Di sinilah, kata Oktasari, kejanggalan muncul.

Hakim Ketua mengetuk palu sidang sebelum keputusan dibacakan. Sebuah hal yang tidak lazim dalam persidangan. Pada umumnya, palu diketuk oleh hakim seusai membacakan amar putusan.

"Menolak gugatan dari Oktasari Sabil yang menggugat Oesman Sapta Odang Ketua Umum Partai Hanura dalam perkara ini sebagai mana pertimbangan-pertimbangan yang telah dibacakan. Memberi ruang kepada penggungat untuk melakukan banding selama kurun waktu 14 hari setelah putusan ini dibacakan," ujar Oktasari Sabil menirukan ucapan Hakim Ketua yang tanpa mengetuk palu lagi setelah membacakan amar putusan.

Kejanggalan kedua, kata Oktasari dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (11/9), kembali terjadi saat hakim menyampaikan permohonan maaf sebanyak dua kali kepada pihak penggugat (Oktasari Sabil) jika dalam putusan yang dibuatnya ini tidak memenuhi rasa keadilan bagi pihak penggugat.

"Saya hanya manusia biasa yang tidak lepas dari dosa. Salah dan khilaf.  Karenanya saya memohon maaf kepada ibu Oktasari Sabil. Jika putusan yang saya buat ini mengecewakan dan tidak memenuhi rasa keadilan bagi bu Okta. Dan sidang hari ini kami tutup, " tegas Hakim Ketua sambil kembali mengetuk palu, dan kemudian beranjak pergi dari tempat duduknya.

Menurut Oktasari, hal itu belum pernah terjadi.  Kalau pun ada sangat jarang terjadi dalam persidangan seorang hakim mengetuk palu sebelum membacakan amar putusan. Dua kali menyampaikan permohonan maaf kepada pihak penggugat.  Dengan mengatakan "saya hanya manusia biasa yang tidak luput dati dosa, salah dan khilaf, " pasalnya dalam ruang sidang. Hakim adalah perwakilan keberadaan tuhan untuk memutuskan seseorang itu bersalah atau tidak. Dan belum pernah ada sejarah tuhan meminta maaf.

Atas berbagai kejanggalan yang ditemui. Dan karena putusan yang dibuat jauh dari rasa keadilan. Ketua Umum Gerakan Hati Nurani Rakyat (Gemura) menyatakan naik banding dan langsung mendaftarkannya ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara.

"Sebagai bentuk keseriusan kami mencari keadilan. Saya beserta kuasa hukum saya menyatakan naik banding. Dan akan terus memperjuangkan keadilan. Jika pengadilan dunia tidak bisa memberi kami keadilan. Insya Allah pengadilan Tuhan di akhirat nanti kami akan mendapatkan keadilan," tegas Oktasari.

Sementara, Ridwan Nurrohim perwakilan kuasa hukum Oktasari Sabil mengatakan, keputusan hakim itu dibuat berdasarkan pertimbangan. Gugatan ini belum disidangkan dalam Mahkamah Partai Hanura.

"Sebuah hal bodoh yang tidak mungkin kami lakukan. Karena secara logika, bagaimana mungkin kita menggugat ketua umum partai di mahkamah partai, di mana para hakim dan anggota mahkamah partai diangkat oleh ketua umum yang akan digugat," ujar Ridwan.[ade]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Terima Laporan Kunjungan

Terima Laporan Kunjungan

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 01:24:00

Bahas Pahlawan Zaman <i>Now</i>

Bahas Pahlawan Zaman Now

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 04:59:00

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 10:31:00