Ini Dugaan Pelanggaran UU yang Dilakukan RS Mitra Keluarga

Ragam  RABU, 13 SEPTEMBER 2017 , 21:58:00 WIB | LAPORAN: LOPI KASIM

Ini Dugaan Pelanggaran UU yang Dilakukan RS Mitra Keluarga

Retno Listiarti/RMOL Jakarta

RMOL. Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kalideres diduga melanggar Undang-undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dalam memberikan pelayanan terhadap bayi Tiara Debora Simanjorang.

"Kami duga kuat dia termasuk (melanggar) dalam Pasal 32 ayat 1 dan 2. Sementara kami menduga ada pelanggaran dalam pasal ini, yang dilakukan pihak rumah sakit," ujar Komisioner KPAI, Retno Listiarti di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/9).

Adapun pasal 32 ayat 1 tertulis "dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan terlebih dahulu".

Sementara, pasal 32 ayat 2 menyebutkan "dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka".

Maka dari itu, kata Retno, pihaknya memanggil RS Mitra Keluarga Kalideres untuk meminta keterangan soal pelayanan darurat tanpa uang muka yang tercantum di dalam Pasal 32.

Sebab, berdasarkan keterangan keluarga, RS Mitra Keluarga Kalideres tidak menyarankan Debora untuk masuk ruang PICU, namun mengharuskan Tiara Debora untuk masuk ruang PICU dan membayar uang muka.

"Kata diharuskan berarti dokter yang memeriksa D (Tiara Debora) pada pertolongan pertama sesungguhnya sudah tahu kondisinya D dalam keadaan cukup parah. Atau kategori dalam undang-undang tadi dalam pelayanan darurat," kata dia.

Retno menambahkan, seharusnya RS Mitra Keluarga Kalideres tidak meminta uang muka terhadap pasien dalam kondisi layanan gawat darurat,  melainkan harus mengedepankan pelayanan pasien.

"Sementara si ayah korban mengatakan, bahwa uang yang dibawa saat itu Rp 5 juta. Yang diminta pihak rumah sakit Rp 11 juta dari total Rp 19,8 juta. Nah ketika angka Rp 11 juta ini kurang, berarti harus mencari Rp 6 juta. Ketika mencari Rp 6 juta itu, bayi D tidak langsung dimasukkan ke PICU, tapi mendapat bantuan manual yaitu pernapasan pompa," pungkas Retno.[ade]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Terima Laporan Kunjungan

Terima Laporan Kunjungan

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 01:24:00

Bahas Pahlawan Zaman <i>Now</i>

Bahas Pahlawan Zaman Now

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 04:59:00

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 10:31:00