Golkar Dukung Pilgub DKI Lewat DPRD

Politik  RABU, 20 SEPTEMBER 2017 , 17:47:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Golkar Dukung Pilgub DKI Lewat DPRD

Ilustrasi/Net

RMOL. Wacana pemilihan Gubernur DKI Jakarta dilakukan melalui DPRD seperti usulan dalam Undang-undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibukota NKRI, memperoleh tanggapan positif dari politisi di Kebon Sirih.

Salah satunya Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Ashraf Ali. Menurutnya, Pilgub DKI dipilih oleh DPRD sesuai dengan sila ke-4 Pancasila yang berbunyi "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan".

"Pemilihan gubernur melalui perwakilan rakyat di DPRD sudah sesuai dengan ideologi bangsa," kata Ashraf, Rabu (20/9).

Ashraf menolak pendapat yang mengatakan Pilgub lewat DPRD tak demokratis. Ia mengatakan pemilihan pemimpin di AS, Jerman, Kanada, dan Jepang pun tak dilakukan secara langsung.

AS menganut sistem electoral college di mana presiden dan wakilnya dipilih oleh para 'pemilih' yang dipilih berdasarkan suara populer dengan basis per negara bagian. Sementara ada negara yang memilih pemimpinnya lewat parlemen.

"Pilgub langsung itu energinya terlalu besar yang terkuras. Belum lagi banyak warga yang ogah berpartisipasi dalam politik," ujar Ashraf.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyampaikan usulannya terkait revisi Undang-undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Provinsi DKI Jakarta Sebagai Ibu Kota NKRI.

Salah satunya mengenai sistem pemilihan kepala daerah di Jakarta yang menggunakan mekanisme pemilihan langsung 50+1.

"Sekarang pemilihan 50+1, ini bikin gaduh. Kalau calonnya dua pasang bisa sekali putaran, tapi coba bayangkan, bisa tidak di Jakarta calonnya dua? Pasti lebih dari dua," ujar Djarot di Balai Kota, Rabu (20/9).

Hal ini dia sampaikan dalam forum group discussion penyempuranaan substansi rancangan Undang-undang terkait revisi UU No. 29 Tahun 2007 itu.

Menurut Djarot, kegaduhan setiap pilkada tidak perlu terjadi di Jakarta yang merupakan ibu kota. Dalam revisi UU tersebut, dia pun mengusulkan agar gubernur Jakarta ke depan dipilih oleh DPRD DKI, tetapi atas usulan dari Presiden RI.

"Apakah tidak mungkin kepala daerah cukup dipilih lewat DPRD dan diajukan (oleh) Presiden? Kemudian wagub dipilih sendiri oleh gubernurnya supaya klop. Ini untuk menjaga situasi Jakarta dan menyatukan pemerintahan Jakarta dengan Presiden," kata Djarot.[dem]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00