Ada Pungli di Kompleks GBK

Olahraga  KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 , 14:59:00 WIB | LAPORAN: LOPI KASIM

Ada Pungli di Kompleks GBK

Ilustrasi/Net

RMOL. Pungutan liar (pungli) seakan tak ada habisnya. Di pusat ibukota, tepatnya di Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), kendaraan yang parkir diharuskan membayar kepada sejumlah preman.

Tak tanggung-tanggung, uang sebesar Rp 20 ribu harus dikeluarkan pengemudi mobil untuk bisa parkir di dalam kompleks.

Rojikin, seorang sopir bus mengatakan, saat sedang mengantarkan rombongan mahasiswa dari sebuah universitas swasta ke dalam kompleks SUGBK dirinya harus membayar ke preman. Padahal, saat di pintu masuk sudah membayar.

Menurut Rojikin, lelaki yang memaksa meminta uang parkir Rp 20 ribu tersebut bertato dan menyatakan lahan parkir di dalam kompleks SUGBK di bawah penguasaannya.

"Saya bayar tiket di depan empat puluh ribu, kata petugas loket sudah tak ada bayar lagi di dalam. Tapi saat ke tempat parkir saya diminta bayar dua puluh ribu. Udah gitu mintanya maksa, kayak memalak," kata dia, Kamis (21/9).

Rojikin sopir bus dengan nomor polisi B 7042 NGA itu mengaku sudah melaporkan hal itu kepada pihak keamanan GBK. Namun, laporan itu justru dibiarkan pihak keamanan layaknya menutup mata atas aksi pengutan liar tersebut.

"Satpamnya malah bilang, kasih aja untuk uang rokok (ke preman). Saya kasih seikhlasnya lima ribu. Tapi nggak mau, malah ngotot minta dua puluh ribu. Terus saya minta kwitansi dan tanda terima nggak ada, tapi udah begitu ya saya kasih aja" keluhnya.

Tak hanya Rojikin, hal yang sama juga dialami pengemudi lain, Anwar Sadat (22) saat parkir di gedung Jakarta Convention Center. Anwar mengaku dihampiri laki-laki dan meminta uang parkir sebesar Rp 20 ribu.

"Tiba-tiba minta uang sepuluh ribu. Padahal di depan di loket resmi sudah bayar lima ribu. Tapi ini dimintain lagi sepuluh ribu. Udah nggak ada kwitansi, atau tanda pembayaran. Berarti ini gak resmi. Ini pungli namanya," keluh Anwar.

Anwar berharap pihak kepolisian dan pengelola SUGBK segera membersihkan lokasi itu dari pungli agar masyarakat tidak terus dirugikan.

"Pak Presiden bilang saber (sapu bersih) pungli. Tapi di SUGBK saja pungli ada dan praktiknya secara terang-terangan. Mohon kepada aparat penegak hukum agar bisa tertibkan preman dan bersihkan pungli di GBK," harapnya.[mla]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00