Tercium Dugaan Maladministrasi dan Nepotisme di Fakultas Teknik UNJ

Ragam  SENIN, 09 OKTOBER 2017 , 19:30:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tercium Dugaan Maladministrasi dan Nepotisme di Fakultas Teknik UNJ

Net

RMOL. Huru hara yang melanda Universitas Negeri Jakarta (UNJ), senyatanya bukan hanya kasus dugaan plagiarisme yang berujung pencopotan Profesor Djaali sebagai rektor.
Pasalnya, belakangan muncul dugaan maladministrasi sekaligus nepotisme dalam tubuh Fakultas Teknik UNJ.

Hal ini bermula dari beredarnya surat dengan kop resmi Fakultas Teknik UNJ Nomor: 743/UN39.6.FT/LL/VIII/2017 tertanggal 11 September 2017 tentang usulan nama Senat UNJ dari FT yang terindikasi sarat nepotisme dan maladminstrasi.

Kejanggalan surat tersebut, di antaranya, pertama dalam surat itu disebutkan bahwa anggota Senat ditunjuk langsung oleh Dr Moch Sukardjo, selaku Wakil Dekan I FT UNJ yang berperan sebagai Plt Dekan FT. Padahal, seharusnya usulan anggota Senat diusulkan melalui prosedur rapat Senat FT.

Kejanggalan kedua, surat usulan nama senat UNJ didahului SK penetapan Senat UNJ, setelah itu menyusul terbit surat usulan dari FT tertera tanggal 11 September 2017, sedangkan Surat Keputusan Rektor UNJ tentang Perubahan Susunan Anggota Senat UNJ periode 2017-2021 ditetapkan pada tanggal 13 Mei 2017.

Sementara kejanggalan ketiga, usulan nama Senat UNJ dari FT versi Moch Sukardjo untuk perwakilan dari FT adalah Wesnina dan Baso Maruddani. Baso Maruddani diketahui anak kandung mantan Rektor UNJ, Profesor Djaali.

Sedangkan kejanggalan keempat, ada kesalahan dalam penomoran surat yang tidak sesuai dengan bulan penetapan, nomor surat tertulis angka romawi VIII yang artinya terbit pada bulan Agustus sedangkan dalam surat tersebut terbit pada bulan September.

Uniknya lagi adalah jabatan Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Dekan FT memiliki kerancuan, sebab Dr Agus Dudung selaku Dekan FT tidak berhalangan tetap untuk memberikan mandat Plt Dekan kepada Moch Sukardjo, sebagaimana diatur dalam UU No 30/2014 tentang Administrasi Pemerintahan pasal 14 poin (a) pelaksana harian yang melaksanakan tugas rutin dari pejabat definitif yang berhalangan sementara; dan dan poin (b) pelaksana tugas yang melaksanakan tugas rutin dari pejabat definitif yang berhalangan tetap.

Oleh sebab itu, permasalahan usulan senat UNJ dari Fakultas Teknik terindikasi melanggar pasal 17 ayat (1) tentang penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat pemerintah dalam UU 30/2014.

Sementara dosen Fakultas Teknik UNJ, Muhammad Yusro saat dikonfirmasi menyarankan agar masalah tersebut  ditanyakan langsung ke pimpinan program studi atau dekan di FT UNJ. Karwja hal berkaitan dengan masalah administrasi.

Meski demikian Yusro mengaku sudah memperoleh informasi bahwa ada prosedur yang di-skip, yakni pemilihan anggota senat UNJ dari wakil FT tidak melalui rapat senat FT UNJ.

"Informasinya ada prosedur yang dilanggar," kata Yusro melalui pesan elektroniknya, Senin (9/10).

Hingga berita ini diturunkan, Moch Sukardjo belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi, telepon selulernya tidak diangkat. Sementara pesan elektronik yang dikirim juga tidak memperoleh jawaban. [mla]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00