500 Peserta Ikut Pembekalan dan Uji Kompetensi Bidang Konstruksi

Ekonomi  JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 19:35:00 WIB | LAPORAN: LOPI KASIM

500 Peserta Ikut Pembekalan dan Uji Kompetensi Bidang Konstruksi

Repro

RMOL. Sebanyak 500 peserta didik mengikuti pembekalan dan uji kompetensi Sistem Informasi Belajar Intensif Mandiri (SIBIMA) Konstruksi, yang digelar LPJK Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian PU di Institut Budi Utomo, Kamis (12/10) kemarin.

Ketua LPJK Nasional Ruslan Rivai mengatakan, pembekalan dan uji kompetensi untuk mendapat sertifikasi SIBIMA penting diikuti pemuda sarjana lulusan konstruksi maupun profesional yang belum tersertifikasi.

"Jika kita bicara konstruksi dengan rencana pembangunan pemerintah yang mencapai angka Rp 5.000 triliun. Ada 5 faktor yang menentukan keberhasilannya, salah satunya tenaga kerja. Menurut data BPS, ada 7 juta tenaga kerja konstruksi di Indonesia. Kemudian, kalau kita tengok ke LPJK, baru menyertifikasi sektar 800 ribu tenaga kerja. Artinya, ada sekitar 90 persen tenaga kerja kita yang belum tersertifikasi," ujarnya.

Selain itu, juga digelar program pelatihan jarak jauh atau distance learning yang merupakan program pelatihan yang dapat dipelajari oleh peserta didik di mana pun dan kapan pun melalui jaringan internet. Dengan itu, peserta mendapatkan pengetahuan bidang kontruksi sesuai standar dan kompetensi yang berlaku yang meliputi modul ajar dan peraturan-peraturan terkait spesifikasi teknis. Pelatihan dan uji kompetensi juga harus digelar berkelanjutan.

Pihaknya, kata Ruslan, tengah berupaya menyosialisasikan SIBIMA agar seluruh pekerja konstruksi di Indonesia bisa tersertifikasi.

Sementara, Kepala Balai Penerapan Teknologi Kontruksi Kementerian PU, Cakra Nagara mengatakan, penerapan SIBIMA merupakan sebuah jawaban atas tantangan zaman. Tahun ini, terjadi sinergi pembangunan yang luar biasa di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Otomatis ada pesan-pesan yang disampaikan Pak Jokowi saat bertemu dengan orang-orang IT bahwa ke depan bangsa ini harus melek teknologi. Ke depan semua pelayanan-pelayanan yang sifatnya software itu harus di depan mata," kata dia.

Menurut Cakra, dengan cakupan wilayah Indonesia yang luas dalam 15 tahun pemberlakuan undang-undang jasa kontruksi hanya 15-20 persen orang yang memiliki sertifikat. Kemampuan pemerintah memberikan pelatihan pun hanya sampai 5 ribu orang per tahun dengan jumlah tenaga kerja kontruksi mencapai 7 juta lebih.   

"Kapan mau sampainya? Nah, dengan SIBIMA ini pemerintah tetap melakukan pelatihan-pelatihan konvensional yang tidak bisa dijangkau pemerintah menggunakan IT. Pemerintah berupaya membekali dengan pengetahuan yang benar. Karena pemerintah saat ini memiliki modul yang begitu banyak. Saat ini ada 17 modul dan tahun depan kita akan sinergi dengan LPJK akan kita tambah," tuturnya.

Dikatakan Cakra, pembuatan modul sudah sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang menjadi perayaratan dari Kemenakertrans. Dalam pelatihan dan uji kompetensi SIBIMA seluruh peserta akan dites. Peserta yang belum lulus akan dimasukkan ke dalam kelas khusus.

Kementerian PU yang menggagas SIBIMA bersinergi dengan LPJKN, LPJKP, hampir di Provinsi di Indonesia, kecuali Kalimantan Utara, Bengkulu dan Jambi. Sementara, sejak awal tahun 2017 hingga saat ini sudah ada 17 ribu sarjana konstruksi yang sudah tersertifikasi.

"Yang menarik dari program SIBIMA ini bukan hanya distance learning-nya tapi juga knowledge managemen-nya. Karena seluruh pengetahuan-pengetahuannya yang dibutuhkan para tenaga ahli atau para fresh graduate," pungkasnya. [mla]

Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00