Kepercayaan Investor Runtuh Akibat Perampok Uang Negara Tak Diproses

Ekonomi  RABU, 18 OKTOBER 2017 , 15:19:00 WIB

Kepercayaan Investor Runtuh Akibat Perampok Uang Negara Tak Diproses

Ilustrasi/Net

RMOL. Tidak adanya kepastian hukum membuat para investor ragu berinvestasi di Indonesia. Setiap saat pimpinan penegak hukum memastikan penegakan hukum dilakukan secara tegas dan adil namun di saat yang sama mereka membebaskan perampok uang negara.

"Hanya ada satu jalan untuk membangun kembali kepercayaan investor, kembalikan hukum sebagai panglima. Tegakkan hukum dan kepastian hukum di negeri ini tanpa pandang bulu," kata Jurubicara Presidium Nasional Kaukus Muda Berantas Korupsi (KMBK) Soeleman Harta melalui pesan elektronik kepada redaksi, Rabu (18/10).

Dikatakan dia, ada banyak megakorupsi yang mendapat kekebalan hukum yang membuat citra pemerintah dalam menjamin adanya kepastian hukum di mata investor runtuh. Diantaranya skandal BLBI, e-KTP dan megakorupsi kondensat BP Migas.

Skandal BLBI ditangani KPK dengan terseok-seok. Keterlibatan pejabat tinggi negara yang terkenal kebal hukum dalam skandal e-KTP tidak jelas juntrungannya.

Adapun skandal perampokan uang negara yang sangat besar melibatkan sejumlah mantan pejabat negara di BP Migas dan Kementerian ESDM dalam proyek kondesat di Polri hingga kini mangkrak. Padahal, bekas dua pejabat teras BP Migas dan seorang pengusaha telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri.

"Ketidakjelasan penanganan kasus-kasus ini menjadi salah satu faktor menurunnya kepercayaan investor terhadap komitmen pemerintahan Jokowi dalam menegakan hukum dan menjamin kepastian hukum di negeri ini," kata Soeleman.

Untuk itulah, menurut hemat Soeleman, penuntasan ketiga megakorupsi tersebut dapat mengembalikan citra Indonesia sebagai negara aman untuk para investor menanamkan modalnya karena adanya kepastian hukum.

"Pertama, KPK harus  segera keluarkan sprindik baru untuk menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka e-KTP. Kedua, Bareskrim Polri harus segera menyeret tersangka kondesat Honggo Wendratno dan Raden Priyono untuk dipenjarakan," demikian kata Soeleman.[dem]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Terima Laporan Kunjungan

Terima Laporan Kunjungan

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 01:24:00

Bahas Pahlawan Zaman <i>Now</i>

Bahas Pahlawan Zaman Now

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 04:59:00

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 10:31:00