Parkir Meter Dikelola Operator Rawan Kebocoran

Hukum  JUM'AT, 03 NOVEMBER 2017 , 16:32:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Parkir Meter Dikelola Operator Rawan Kebocoran

Ilustrasi/Net

RMOL. Sistem terminal parkir elektronik (TPE) atau parkir meter yang diberlakukan di tiga lokasi terindikasi rawan kebocoran. Karena pengelolaan parkir yang dilakukan PT Mata Biru, selaku pihak kedua, tidak maksimal.

PT Mata Biru dinilai mengelola parkir secara konvensional sehingga pendapatan parkir yang disetorkan ke Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Perparkiran DKI Jakarta rawan dimanipulasi operator.

"PT Mata Biru selaku operator parkir meter hanya menempelkan stiker bagi para pengguna lahan parkir. Kuat dugaan cara konvensional seperti ini merugikan Pemprov DKI, termasuk pengguna lahan parkir," kata Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD), Victor Irianto Napitupulu di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (3/11).

Menurut Victor, pengelolaan parkir meter secara konvensional terpantau di Jalan Boulevard, Jakarta Utara, Jalan Falatehan, Jakarta Selatan dan Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

Victor melanjutkan, dalam Perda Nomor 5 Tahun 2012 tentang Perpakiran dan Pergub Nomor 84 Tahun 2011 disebutkan dalam mengelola parkir operator perparkiran harus profesional mengelola lahan parkir sesuai kebutuhan.

Namun sayangnya regulasi perpakiran itu cuma jadi macan ompong. Akibatnya jelas Pemprov DKI dirugikan dari sistem parkir meter.

"Pengguna lahan parkir juga menjadi pelengkap penderita," ujar Victor.

Karena itulah Victor mengharapkan Komisi B DPRD DKI Jakarta mengkaji kembali sistem parkir meter agar ke depan tidak ada lagi operator nakal yang pintar mengeruk keuntungan sepihak dari lahan parkir.

Selain itu Victor juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) jangan cuma galak saat melakukan penderekan mobil, tapi berani menyeret operator nakal seperti PT  Mata Biru ke meja hijau.

"Proses hukum terhadap operator perparkiran yang nakal bisa jadi pembelajaran," tegas Victor.

Victor menambahkan, masalah tersebut sudah dilaporkan secara resmi kepada Kepala Dishub DKI Jakarta, Andri Yansyah berikut segepok bukti dugaan penyelewengan PT Mata Biru.[dem]

Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00