30 NGO Internasional Sepakat Berkolaborasi Bantu Selesaikan Tragedi Kemanusian Rohingya

Sosial  KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 11:15:00 WIB | LAPORAN: ZULFAHMI JAMBA

30 NGO Internasional Sepakat Berkolaborasi Bantu Selesaikan Tragedi Kemanusian Rohingya

Rohingya Consultation Meeting/Hms PKPU

RMOL. Lebih dari 30 Non Government Organisation (NGO) dari 15 negara hadir dalam acara Rohingya Consultation Meeting yang diadakan oleh AFAD (Disaster and Emergency Management Presidency), UNIW (The Union of NGOs of the Islamic World), dan Al Khidmat Foundation di Istanbul, Turki. Para lembaga kemanusiaan internasional tersebut sepakat berkolaborasi membantu menyelesaikan tragedi kemanusian di Rohingya, Myanmar.

Dalam acara ini para peserta berbagi pengalaman dalam memberikan bantuan untuk Rohingya. Upaya ini dilakukan untuk mencari cara terbaik dalam membangun kolaborasi menghadirkan bantuan di lapangan.

Lembaga Kemanusian PKPU Human Initiative, sebagai salah satu peserta Rohingya Consultation Meeting dari Indonesia, berkesempatan berbagi pengalaman dalam memberikan bantuan secara inklusif yang melibatkan banyak pihak di lapangan sejak tahun 2012.

"Bagi kami, bergerak sendiri memang dapat membuat kita cepat, tapi dengan bergerak bersama dapat menghasilkan solusi yang berkelanjutan," ungkap Presiden PKPU Human Initiative, Agung Notowiguno, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (9/11).

"Konflik kemanusiaan yang menimpa Rohingya menggerakkan kepedulian kita. Saat ini yang perlu dilakukan adalah bergerak bersama. Tidak sekadar memberikan bantuan yang berdampak singkat, melainkan bersiap menghadirkan solusi ke depan untuk kehidupan yang lebih baik,” tambahny Agung dalam pidatonya dihadapan pimpinan lembaga kemanusiaan dari berbagai negara.

Di akhir acara Rohingya Consultation Meeting, seluruh peserta bersepakat untuk melakukan kolaborasi internasional agar dapat saling mendukung, mengurangi kekosongan bantuan, dan menghindari tumpang tindihnya bantuan di lapangan.

PKPU Human Initiative ditunjuk menjadi salah satu anggota komite dari tujuh organisasi yang akan menyiapkan segala hal agar konsorsium ini dapat berjalan dalam dua tahun ke depan.

"Dari Indonesia, kami datang ke Turki menjadi bagian dari organisasi dunia yang membawa kebaikan untuk sesama manusia," tutup Agung. [zul]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00