Fahri Hamzah: KPK Dimanfaatkan Untuk "Goyang" Golkar Di Pilpres 2019

Politik  KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 19:49:00 WIB

Fahri Hamzah: KPK Dimanfaatkan Untuk

Fahri Hamzah/net

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diyakini tidak bakal menuntaskan kasus korupsi E-KTP yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto. Pasalnya, komisi antirasuah tersebut disinyalir secara langsung dan tidak langsung    ikut bermain demi kepentingan Pilpres 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah kepada wartawan di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/11).

Kasus Setya Novanto tidak akan selesai, Soalnya ini kasus ini sudah masuk ranah politik, untuk perebutan kursi Pilpres di 2019 mendatang,” kata Fahri.

Dia beralasan, Partai Golkar sudah punya 91 kursi atau 14.75 persen. Artinya untuk Pilpres, Golkar cukup mencari 1 Partai Pendamping.

Jadi ini sangat seru. Sebab Golkar hanya butuh satu partai lagi. Dan KPK dimanfaatin untuk menggoyang Golkar lewat kasus Setnov ini," katanya.

Namun Fahri enggan menyebut siapa pihak yang memakai KPK untuk mengambil tiket Golkar di Pilpres 2019 mendatang.

"Saya tidak bisa katakan siapa, tapi saya bisa melihat itu," tegasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya DPR telah memutuskan presidential threshold (PT) sebesar 20-25 persen dalam UU Pemilu. Dengan demikian, tak ada parpol yang bisa mengusung capres sendiri tanpa berkoalisi. Dengan PT sebesar  20-25 persen tersebut berarti parpol atau gabungan parpol yang bisa mengusung capres adalah yang mendapatkan 20% kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional Pemilu 2014. [Hendry/san]

Komentar Pembaca
Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

Dipo Moa Pejagalan Dibangun Taman

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020 , 14:33:00

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

Jenazah Gus Sholah Menuju Ponpes Tebuireng

SENIN, 03 FEBRUARI 2020 , 09:21:00

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00