Makna Hari Pahlawan Di Mata Mantan Teroris

Polhukam  JUM'AT, 10 NOVEMBER 2017 , 08:39:00 WIB

Makna Hari Pahlawan Di Mata Mantan Teroris

Iqbal Husaini/Humas BNPT

RMOL. Tiap tanggal 10 November bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Pahlawan untuk mengingat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan merebut kemerdekaan. Karena itu Hari Pahlawan harus bisa dijadikan inspirasi dan motivasi bagi bangsa Indonesia untuk berbuat yang terbaik untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan itu.

Mantan teroris, Iqbal Husaini atau Rambo atau Adrian Alamsyah yang pernah divonis empat tahun penjara karena kasus terorisme saat konflik Ambon, mengaku banyak belajar dari perjalanan hidupnya dan perjuangan para pahlawan. Ia mengaku sejak dulu cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga  ikut berjihad karenanya ikut berjihab. Namun langkah itu ternyata salah.

"Sebagai anak muda, saya ingin jadi pahlawan saat itu. Niat kami ingin menjaga NKRI, tapi ternyata caranya salah dan tidak sesuai dengan Undang-undang dan Pancasila," kata Rambo di Jakarta.

Karena itu, lanjut Rambo, ia mengajak generasi muda Indonesia untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan. Itu penting karena generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa di masa mendatang.

Apalagi saat ini dunia telah memasuki era globalisasi modern yang diwarnai dengan semakin canggihnya kemajuan informasi teknologi melalui internet (dunia maya). Ironisnya kemajuan informasi teknologi itu tidak hanya membawa dampak kebaikan bagi umat manusia, tapi banyak juga dampak negatifnya.

"Kita harus mengambil ikhtibar (pelajaran) dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan saat merebut kemerdekaan. Kalau dulu pahlawan berjuang mengangkat senjata, sekarang generasi muda bisa menjadi pahlawan dengan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal baik," imbuh Iqbal.

Menghadapi propaganda radikal terorisme, Iqbal atau Rambo menyarankan generasi muda bisa menjadi agen perdamaian di dunia maya. Itu akan menjadi salah satu cara untuk mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan NKRI.

Ia mengakui saat ini disintegrasi yang terjadi di generasi muda Indonesia cukup tinggi sehingga sangat mudah terjadi perpecahan di antara mereka. Apalagi ada kelompok tertentu yang sengaja memicu konflik melalui hate speech (ujaran kebencian) dan hoax (berita bohong).

"Jadilah pahlawan dengan menjadi agen perdamaian baik di dunia nyata maupun dunia maya. Warisan kemerdekaan dari pahlawan, ini adalah warisan terbaik buat bangsa Indonesia. Mari kita jaga kemerdekaan dan keutuhan NKRI," kata Iqbal.

Iqbal saat ini aktif mengikuti berbagai kegiatan deradikalisasi yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Itu sebagai bukti bahwa ia memang benar-benar telah insyaf dan ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk NKRI sekaligus menebus kesalahan masa lalunya. Terakhir Iqbal mengikuti pelatihan public speaking mantan teroris.

Menurutnya, kegiatan public speaking ini sangat bermanfaat untuk menciptakan orang-orang yang dulu pernah mengalami pemahaman ideologi menyimpang agar kembali bisa melakukan edukasi di tengah masyarakat.

"Kita juga ingin berbuat menjadi agen perdamaian untuk menjaga NKRI dengan menyebarkan salam perdamaian kepada masyarakat agar tidak radikalisme dan terorisme tidak bisa tumbuh lagi," pungkas Iqbal.[Widya/wid]

 

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00