Pemasang Spanduk Provokatif Di Kota Bekasi Gagal Move On

Politik  SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 19:30:00 WIB

Pemasang Spanduk Provokatif Di Kota Bekasi Gagal <i>Move On</i>

Spanduk Provokatif/Rmol

RMOL. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang juga calon Petahana pada Pilkada 2018,  mulai diserang isu tak sedap oleh lawan-lawan politiknya. Lucunya, isu yang digulirkan adalah kasus basi yang sudah selesai sejak tahun 2016 lalu.

"Isu Ijazah palsu sudah clear sejak 2016 lalu. Mabes Polri sudah mengeluarkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan), karena kasusnya tidak terbukti," kata Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bekasi, Muhammad Jupri, Selasa (14/11).

Dengan kembalinya diangkat isu ini, lanjut dia, ini membuktikan lawan politik Rahmat Effendi gagal move on. Mereka sepertinya tidak memiliki amunisi yang mumpuni untuk mengkritisi petahana.

"Ini membuktikan, lawan politik Rahmat Effendi sedang bingung dan galau. Mereka seakan kehilangan akal untuk menjatuhkan popularitas dan elektiabilitas petahana yang sulit disaingi," nilainya.

Dengan kembali diangakatnya isu basi tersebut, tambah Jupri, juga membuktikan bahwa lawan politik Rahmat Effendi tidak memiliki ide brilian untuk mendongkrak popularitas mereka dan menarik calon pemilih.

"Mestinya, lawan politik petahana menjual program untuk menarik pemilih. Kalaupun ingin mengkritisi, yang dikritik mestinya kinerja Rahmat Effendi selama menjabat Wali Kota Bekasi," terang dia.

Sejatinya, saran Jupri, para kontestan yang akan bertarung pada Pilkada Kota Bekasi 2018, tidak saling menghujat. Mereka mesti saling memaafkan sama seperti Tuhan yang memaafkan hambanya.

Selain itu, ia juga meminta media massa untuk tidak ikut-ikutan tidak move on dalam mengangkat isu-isu Pilkada.

"Media harus mampu mencerdaskah calon pemilih dan mendorong calon-calon wali kota Bekasi yang akan berlaga untuk memunculkan ide dan program guna mamajukan Kota Bekasi. Jangan terjebak dan terbawa arus politisi yang gagal move on. Media harus mengusung tema-tema pemberitaan yang dapat mamajukan Kota Bekasi," tandasnya. [boy/zul]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Terima Laporan Kunjungan

Terima Laporan Kunjungan

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 01:24:00

Bahas Pahlawan Zaman <i>Now</i>

Bahas Pahlawan Zaman Now

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 04:59:00

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

Membahas Perkembangan Islam Di Ukraina

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 10:31:00