Gerindra Dukung Anies Tutup Diamond

Jakarta  JUM'AT, 17 NOVEMBER 2017 , 21:01:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gerindra Dukung Anies Tutup Diamond

Net

RMOL. Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Syarif mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menutup permanen Diskotek Diamond Club and Karaoke, Tamansari, Jakarta Barat. Apalagi tempat hiburan malam tersebut terbukti menjadi tempat peredaran narkoba serta prostitusi.

"Janji gubernur memerangi narkoba dan prostitusi dibuktikan dengan menutup permanen Diskotek Diamond dan juga Alexis. Kami mendukung penuh kebijakan itu," kata Syarif, Jumat (17/11).

Meski demikian, politisi Partai Gerindra ini meminta Pemprov DKI tidak berhenti sampai Diskotek Diamond dan Alexis saja. Karena menurutnya masih banyak lagi tempat usaha hiburan malam yang menjadi sarang peredaran narkoba.

Seperti diketahui, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menutup permanen Diamond Club and Karaoke, Tamansari, Jakarta Barat pada Kamis (16/11) malam.

Penutupan dilakukan berdasarkan instruksi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang meminta agar dilakukan tindakan tegas terhadap semua tempat hiburan yang terbukti melanggar Peraturan Daerah.

"Prosesnya pada hari ini 16 November, kami dari Satuan Polisi Pamong Praja melakukan pemberhentian atau penutupan secara permanen untuk kegiatan usaha diamond karaoke yang pada tanggal 15 September ditutup sementara sambil menunggu hasil menyelidikan Polda Metro Jaya," kata Kepala Seksi Operasi Satpol PP DKI Jakarta Harry Apriyanto.

Penutupan berlangsung kondusif karena semenjak disegel pada September 2017 lalu, Diamond Karaoke sudah berhenti beroperasi. Sehingga saat eksekusi penutupan berlangsung, tidak ada tamu atau pengunjung yang datang.

Sebanyak enam penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) dan 15 anggota Satpol PP dikerahkan untuk melakukan penutupan. Harry menegaskan bahwa Diamond Karaoke telah terbukti melanggar  Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 tahun 2015 tentang Kepariwisataan.

Pada Pasal 99 Perda tersebut, berisi ketentuan soal pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) bagi perusahan hiburan malam yang terbukti melakukan pembiaran terjadinya peredaran, penjualan, dan pemakaian narkoba dan/atau zat adiktif. Oleh karena itu, Gubernur Anies pun segera memerintahkan Satpol PP untuk mengambil langkah tegas.[mla]



Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00