FILM INDONESIA

Film Drama Musikal 'Naura & Genk Juara' Dianggap Mendiskreditkan Islam?

Seleb  SELASA, 21 NOVEMBER 2017 , 13:23:00 WIB

Film Drama Musikal 'Naura & Genk Juara' Dianggap Mendiskreditkan Islam?

Film Naura & Genk Juara/IST

RMOL. Media sosial saat ini tengah dihebohkan dengan review film 'Naura & Genk Juara.' Padahal film besutan sutradara Eugene Pandji ini diharapkan bisa menjadi obat rindu terhadap film anak-anak yang belakangan ini sudah sangat jarang hadir di layar lebar. Dengan mengangkat tema petualangan, film produksi Konsorsium Kreatif ini mengingatkan kita akan film anak-anak yang pernah hadir di tahun 2000 silam yakni 'Petualangan Sherina'.

Sayangnya, film yang diharapkan bisa menghibur anak-anak ini malah dinilai mendiskreditkan Islam. Setidaknya itu yang diungkapkan Nina Asterly melalui akun priibadinya.

Tadinya saya pikir film ini memang film bagus seperti film Petualangan Sherina dulu... saya pikir cocok untuk tontonan anak-anak... tapi ternyata jauuh dari sebuah film yang epik dan tidak cocok untuk anak-anak....,” tulis Nina Asterly melalui akun Facebooknya, Senin (20/11/2017).

Menurut wanita cantik ini, film 'Naura & Genk Juara' secara implisit merupakan curahan hati kemarahan si sang pembuat film atas kebenciannya kepada umat Islam yang membela agama karena dilecehkan oleh penista agama.

Dokter asal Riau inipun lantas menunjukkan bukti bahwa film itu mendiskreditkan Islam.

Para penjahat digambarkan orang yang berjenggot, brewokan selalu mengucapkan istighfar dan mengucapkan kalimat-kalimat Alloh lainnya... lebih ekstrim lagi saat si penjahat yang di serang anak-anak lalu si penjahat lantang mengucapkan kalimat Takbir berkali-kali dan kalimat-kalimat Alloh lainnya.... Anak saya yang baru berumur 8 tahun saja dari mulai kemunculan si penjahat itu sampai film selesai terus-terusan bilang ke saya: Ma, itu orang itu Islam tapi kok jahat tapi kok pencuri, gimana sih?? Saya bilang ke anak saya: tidak ka itu salah, Islam tidak begitu....,” tambahnya.

Saya dari awal kemunculan para penjahat di film itu langsung agak gak genah kenapa penjahatnya digambarkan seperti itu... Jawaban apa yang akan diberikan pada anak-anak yang punya pertanyaan seperti anak saya apalagi orang tuanya seorang kecebong terutama kecebong sipit?? Sangat besar kemungkinan mereka kecebong apalagi kecebong sipit akan mengamini bahwa begitulah orang-orang Islam, seperti penjahat di film itu...," tambahnya lagi

Nina Asterly lantas menelusuri siapa pembuat film tersebut. Ternyata si pembuat film adalah seorang kecebong dan pendukung akut si penista agama.... dia ungkapkan kekecewaan dia atas penahanan si penista agama di akun sosmednya..."

"Pantas saja dia buat film dengan peran antagonis yang memojokkan islam...untuk apa dia buat begitu kalau bukan menunjukkan kebencian dia pada kita muslim pembela ulama dan Al Qur’an ???"

Lantas diapun menyarankan lebih baik tidak menonton film ini,  "biarkan film ini tenggelam dengan pendapatan minim...." {mlt}

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00