2 Bandar Aceh dengan Ganja 52,6 Kilogram Dibekuk Polisi

Peristiwa  SELASA, 21 NOVEMBER 2017 , 14:20:00 WIB | LAPORAN: LOPI KASIM

2 Bandar Aceh dengan Ganja 52,6 Kilogram Dibekuk Polisi

Rilis Narkoba/RMOLJakarta

RMOL. Dua bandar ganja jaringan Aceh yang memasok sebanyak 52,61 kilogram (kg) ganja ke ibukota dibekuk Polsek Metro Tanah Abang. Kedua pelaku Tinus Tambayong (57) dan Asran (51) menargetkan kawasan yang kerap tawuran di Menteng Tenggul‎un, Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan, penangkapan diawali saat petugas menerima informasi adanya penyebaran narkoba di Tanah Abang. Selanjutnya, petugas menggerebek sebuah rumah milik UD di wilayah Menteng Tenggulun.

Ketika dilakukan penggeledahan di rumah UD, target tidak ada di tempat. Di rumah tersebut, ada seorang wanita berinisial IT yang menyatakan pernah membeli ganja dari seorang bandar bernama Tinus Tamayong.

"Di sana kami dapatkan perempuan berinisial IT. Saat diperiksa, dia mengaku dapat narkoba dari Tinus Tambayong," kata Suyudi saat rilis, di Polres Metro Jakarta Pusat, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (21/11).

Dikatakan Suyudi, ‎Tinus ditangkap di wilayah Utan Kayu dengan barang bukti empat kardus besar ganja berisi 52 bal dengan total 52,61 kilogram.

"Tinus ini dapat ganja itu dari Asran di kawasan Ciracas, Jakarta Timur (14/11) lalu. Saat ditangkap, kami sita satu kardus ganja dengan berat 14 kilogram," ujar Suyudi.

‎Menurut Suyudi, keduanya adalah pemain lama dalam bisnis ganja. Mereka menerima puluhan kilogram ganja ini dari Aceh melalui jalur darat disamarkan dengan membawa kopi.

"Total sudah 15 tahun mereka berbisnis narkoba. Ada yang pernah dipenjara, tapi nggak kapok," kata dia.

Ditambahkan Suyudi, mereka lebih banyak bermain di Menteng Tenggulun dengan alasan pangsa pasar yang bagus dan banyak peminat. "Menciptakan tawuran di daerah padat penduduk ini. Jadi fokus mereka untuk menyebarkan," tutur dia.

Suyudi penangkapan ini bisa menyelamatkan nyawa ribuan orang. Dia berharap agar pemuda-pemuda menjauhi barang haram itu. Para pelaku dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider pasal 111 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman kurungan 20 tahun.[mla]


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00