Perusahaan Agrikultur Usulkan Perizinan Peredaran Produk Pertanian Di Indonesia Dipercepat

Ekonomi  SELASA, 21 NOVEMBER 2017 , 18:52:00 WIB | LAPORAN: ZULFAHMI JAMBA

Perusahaan Agrikultur Usulkan Perizinan Peredaran Produk Pertanian Di Indonesia Dipercepat

Midzon Johanis dan Awak Media/Rmol

RMOL. Perusahan agrikultur terkemuka di dunia, Syngenta mengusulkan agar pemberian izin terhadap beredanya produk-produk pertanian di Indonesia dipercepat. Hal ini disampaikan Midzon Johanis, Haed of orate  Affairs Syngeta Indonesia disela-sela gathering HUT ke-17 tahun perusahaan tersebut dengan awak media di Hotel Aston Priority, Jalan TB.Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (21/11).

"Perlu waktu 5-6 tahun untuk mendapatkan izin untuk beredarnya sebuah produk pertanian di Indonesia. Tak hanya itu, perlu juga rekomendasi bahwa produk tersebut telah digunakan di negara lain," kata Midzon.

Kondisi tersebut, lanjutnya, tentu saja membuat dunia pertanian di tanah air selalu tertinggal dari negara-negara lain. Di saat negara lain sudah akan meninggalkan sebuah produk pertanian, di Indonesia sendiri baru mulai untuk memakainya.

"Semestinya kita tak perlu lihat pemakaian sebuah produk di negera lain dulu. Kita kan sudah punya panduan. Ikuti saja panduan yang kita miliki. kalau begini terus dunia pertanian kita akan tertinggal terus," ungkap Midzon.

Sementara itu, Parveen Kathuria, Presiden Direktur PT Syngenta Indonesia mengungkapkan, Syngenta adalah jaringan perusahaan agrikultur global yang menyediakan solusi kepada jutaan petani agar lebih produktif.

Di Indonesia, melalui perusahaan legasi, Syngenta telah hadir sejak tahun 1960-an. Syngenta Indonesia sendiri, mulai berdiri tahun 2000.

Didukung oleh departemen riset dan pengembangan yang dilengkapi laboratorium pusat penelitian pertanian di Cikampek, Jawa Barat, Syngenta Indonesia menggabungkan teknologi, genetika, pemuliaan, dan ilmu komputasi untuk mendukung perkembangan pertanian Indonesia.

Dengan purpose "Bringing Plant Potential to Life" Syngenta mengenalkan inovasi teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus menjaga lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup para petani.

"Syngenta sangat senang dapat mendukung pertanian Indonesia selama 17 tahun, dan lebih dari 17 tahun melalui perusahaan legasi. Kami telah menyediakan berbagai inovasi teknologi pertanian, membantu petani meningkatkan produktivitasnya," kata Parveen Kathuria.

Syngenta berkontribusi dalam berbagai aspek, diantaranya menyediakan inovasi teknologi pertanian kepada petani, menjangkau petani untuk meningkatkan hasil panen mereka, mendukung peningkatan produksi pertanian termasuk ketahanan pangan dan swasembada serta keberlanjutan dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Syngenta menyediakan satu hingga tiga teknologi pertanian baru terhadap petani setiap tahun dimana satu teknologi baru memerlukan investasi hingga U$ 300 juta dalam kurun waktu 13 tahun.

"Syngenta menjangkau hingga 500.000 petani setiap tahunnya melalui pusat pelatihan petani, klinik pertanian, Farmer Network dan konsultasi petani. Dalam sepuluh tahun terakhir Syngenta telah menjangkau sekitar lima juta petani," ungkapnya.

Syngenta melalui teknologi perlindungan tanaman dan benih hibrida mendorong petani untuk meningkatkan produktivitasnya hingga 10-20%. Di Jawa Timur lebih dari 15.000 petani padi mendapatkan manfaat dari teknologi modern Syngenta yang mampu meningkatkan hasil produksi padi rata-rata dari 5-6 ton/ha menjadi 10 ton/ha. Selain itu, petani jagung di Nusa Tenggara juga dapat meningkatkan produksinya hingga 20% melalui teknologi Syngenta.

"Dalam empat tahun terakhir, Syngenta berkomitmen terhadap bisnis yang berkelanjutan melalui The Good Growth Plan yaitu enam komitmen untuk membantu menghasilkan lebih banyak pangan dengan lebih sedikit sumber daya, dengan tetap menjaga lingkungan dan membantu masyarakat perdesaan," pungkasnya. [zul]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00