Polisi Diharapkan Segera Terapkan Tilang Elektronik untuk Pelanggar Busway

Hukum  SELASA, 28 NOVEMBER 2017 , 15:04:00 WIB | LAPORAN: LOPI KASIM

Polisi Diharapkan Segera Terapkan Tilang Elektronik untuk Pelanggar Busway

Ilustrasi/Net

RMOL. Upaya sterilisasi jalur khusus bus Transjakarta dari kendaraan lain hingga saat ini masih menjadi kendala Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Terakhir, penyanyi Dewi Perssik atau DP kedapatan melintas di jalur tersebut.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta berharap pihak Kepolisian segera menerapkan penegakan hukum elektronik terhadap pelanggar.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjiatmoko mengatakan, selama ini pihaknya terus berupaya memastikan waktu tempuh perjalanan sesuai Standar Pelayanan Minimum (SPM) bus TransJakarta.

Di antaranya yakni, menempatkan 222 petugas Dinas Perhubungan di setiap pintu masuk koridor bus sejak pukul 05.00-22.00 WIB dan membangun seprator barikade beton atau Movable Concrete Barrier (MCB) setinggi 60 sentimeter.

Namun, kata Sigit, rendahnya kesadaran masyarakat berlalu lintas, sterilisasi jalur belum dapat berjalan maksimal. Apalagi kalau tidak dibarengi dengan ketegasan hukum kepolisian.

"Kesadaran masyarakat kita berlalu lintas itu baru terjadi ketika petugas kepolisian tegas. Operasi kencang, baru pada taat. Itu fenomena yang harus diakui," kata Sigit saat dihubungi wartawan, Senin (27/11) kemarin.

Pihaknya, kata Sigit, berharap petugas kepolisian konsisten menindak tegas pelanggar jalur bus Transjakarta dan mempercepat penegakan hukum melalui sistem elektronik.

Apalagi, armada bus TransJakarta saat ini telah dipasangi kamera Closed Circuit Television (CCTV) di depan dan belakang bus yang bisa dijadikan bukti penindakan hukum oleh kepolisian.

Konsistensi kepolisian dalam sterilisasi jalur saat ini, lanjut Sigit sulit dilaksanakan lantaran sifatnya mobile dan tidak stasiuner. Jumlahnya pun hanya puluhan yang dikerjasamakan dengan Dinas perhubungan.

"Makanya kita mendorong inovasi penegakan hukum secara elektronik," ungkapnya.

Sementara, terkait banyaknya kecelakaan pada separator bus, menurut Sigit itu terjadi lebih kepada tidak hati-hatinya dan tidak waspada pengendara. Sebab, kecepatan jalan raya itu memiliki batas maksimal tidak boleh lebih dari 50 kilometer per jam.

"Beda dengan jalan tol. Jalan raya didesain batas kecepatan maksimal. Kami terus berupaya memasang rambu MCB, tapi nyatanya pengendara melebihi kecepatan dan tidak hati-hati. Jadi, MCB saat ini masih efektif untuk sterilisasi," pungkasnya.[dem]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

Soal Reklamasi, Anies Jangan Cuci Tangan

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 19:00:00

Jokowi Injak Merah Putih

Jokowi Injak Merah Putih

SENIN, 03 OKTOBER 2016 , 08:35:00

Seks Kilat Ala Gadis Belia di Salon Plus Benhil (4-Habis)
Juri Lomba Masak

Juri Lomba Masak

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 , 14:28:00